Peristiwa

Tahap Pertama September 2019

Distribusi Air Bersih PMI Pamekasan Sasar 10.026 Jiwa

Pamekasan (beritajatim.com) – Dari total sebanyak 212.321 jiwa yang terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini, tercatat sebanyak 10.026 jiwa di antaranya mendapat bantuan air bersih gratis dari Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, selama September 2019.

Hal tersebut tidak lepas dari upaya tim Bulan Sabit Merah, untuk membantu meringankan beban masyarakat di Bumi Gerbang Salam yang saat ini terdampak kekeringan. Sekalipun mereka hanya memprioritaskan di lima kecamatan berbeda dari total 11 kecamatan di Pamekasan, yang terdampak kekeringan.

“Selama September 2019, pendistribusian air gratis yang kita lakukan sudah mencapai sebanyak 3.355 KK (Kepala Keluarga) yang meliputi sebanyak 10.026 jiwa di lima kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Wakil Kepala Markas PMI Pamekasan, Yulianto Priyanto, Jum’at (4/10/2019).

TDB PMI Pamekasan, distribusikan air bersih gratis bagi warga di Desa Kramat, Tlanakan, Jum’at (4/10/2019).

Diakuinya, total air gratis tersebut merupakan bagian dari salah satu program sosial dan partisipasi meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan yang dilakukan selama sebulan terakhir. Terhitung sejak 2 hingga 30 September 2019 lalu.

“Total air bersih yang kita distribusi kan secara gratis selama September 2019, mencapai 565 ribu liter. Pendistribusian ini merupakan tahap pertama, sebab bulan ini kami terus melakukan pendistribusian untuk tahap kedua,” ungkapnya.

Seperti diketahui, tercatat hanya dua dari total 13 kecamatan berbeda di Bumi Gerbang Salam, yang dinyatakan aman dan bebas dari bencana kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Masing-masing Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan (Kota).

Kedua kecamatan tersebut tidak termasuk dari 11 kecamatan berbeda yang dipastikan terdampak kekeringan yang tersebar di sebanyak 325 dusun yang tersebar di 80 desa dengan total warga terdampak kekeringan terdiri dari 71.032 kepala keluarga.

Mengacu pada data tersebut, tercatat sebanyak 212.321 jiwa terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya tersebar di sebanyak 310 dusun di 80 desa berbeda, tambah 15 dusun. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar