Peristiwa

Dispendik Jember Perintahkan Cek Kondisi Bangunan Sekolah yang Direhab

Jember (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Edi Budi Susilo memerintahkan kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan dan rehab gedung sekolah agar melakukan cek dan ricek kondisi bangunan proyek bersama konsultan, pengawas, dan penyedia.

“Ada yang sudah selesai (direhab), ada yang sudah diserahkan, tapi ada juga yang dalam proses penyelesaian karena kontraknya belum berakhir. Saya minta PPK membuat surat edaran kepada konsultan pengawas agar cek dan ricek apakah sudah sesuai atau ditemukan hal-hal yang jadi kekhawatiran bersama,” kata Edi.

Edi percaya, jika rekanan proyek mengerjakan rehab bangunan sesuai dengan RAB (Rancana Anggaran Biaya), seharusnya sudah memenuhi persyaratan. Saat ini, ada 125 proyek rehab bangunan ruang kelas yang didanai anggaran pendapatan belanja daerah setempat dan 46 proyek yang didanai dana alokasi khusus dari pemerintah pusat.

“Seingat saya kontrak terakhir, menurut laporan PPK, terakhir 27 Desember 2019,” kata Edi. Ia memperkirakan sudah 70 persen proyek yang kelar digarap.

Atap galvalum bangunan ruang kelas 5 SD Negeri Keting 2 di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, ambruk, Sabtu (14/12/2019). Padahal ruang kelas itu baru saja direnovasi total.

Bangunan itu ambruk sekitar pukul 07.15 WIB. Situasi waktu itu tak ada angin dan hujan. Ambruknya atap ini tidak menimbulkan korban jiwa. Pasalnya pada saat itu, tidak ada satu pun siswa yang berada di dalamnya. Para siswa sedang berada di luar kelas mengikuti kegiatan latihan upacara. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar