Peristiwa

Dispendik dan Dinkes Tolak Hadiri Rapat dengan DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menolak menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD, Rabu (29/1/2020).

Rapat seharusnya dilaksanakan terpisah. Sesi pertama adalah rapat Komisi D dengan Dispendik. Sesi kedua, rapat dengan Dinkes. Ketua Komisi D Hafidi mengatakan, alasan yang dikemukakan dua dinas itu serupa yakni sama-sama belum mendapat disposisi atau izin dari bupati.

“Sekarang ini semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kena penyakit ‘angket’. Ini penyakit langsung menular dan belum ditemukan obatnya,” sindir Hafidi, mengacu pada penggunaan hak angket oleh parlemem saat ini.

Padahal agenda rapat dengan dua organsasi pemerintahan daerah sangat penting dan tidak terkait dengan penggunaan hak angket. “Dengan Dispendik kami akan mengklarifikasi soal beberapa proyek (rehab ruang kelas yang didanai) dana alokasi khusus dan APBD. Ada beberapa hal yang sangat membutuhkan Kepala Dinas Pendidikan,” kata Hafidi. Selain itu, Komisi D hendak menanyakan persiapan Dispendik menghadapi ujian nasional.

Sementara dengan Dinkes, menurut Hafidi, pihaknya hendak membahas penanganan wabah hepatitis dan tipus serta antisipasi terhadap virus corona. Komisi D ingin tahu langkah-langkah Pemkab Jember.

Komisi D tak akan putus asa. Rencananya, Komisi D akan kembali memanggil dua OPD itu dalam waktu dekat.

Kepala Dinkes Jember Dyah Kusworini menolak bicara banyak. “Saya sudah izin,” katanya saat dimintai konfirmasi via ponsel.

Sementara itu, Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo belum bisa dimintai pernyataannya. Panggilan ke nomor ponselnya tidak dijawab. (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar