Peristiwa

Disnaker Kota Malang Pastikan Balai Pelatihan PT CKS Tidak Berizin

Tampak depan Balai Latihan Kerja (BLK) Central Karya Semesta (PT CKS) di Jalan Raya Rajasa, Bumiayu, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Disnaker PMPTSP Kota Malang mengungkapkan Balai Latihan Kerja (BLK) Pt Central Karya Semesta (PT CKS) di Jalan Raya Rajasa, Bumiayu, Kota Malang tidak berizin. Tempat ini menghebohkan warga Kota Malang setelah 5 orang calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTB, di tempat ini mencoba kabur.

Mereka terpeleset karena mencoba turun dari lantai 4 setelah menjebol tralis. Lalu, bermodalkan tali yang dibuat dari sambungan selimut mereka mencoba turun. Tetapi sialnya di tengah upaya pelariannya mereka terpeleset dan jatuh. 3 orang terluka di tolong warga dan 2 lainnya selamat berhasil kabur.

“Berdasarkan izin nomor 566/LA-LPK/I/2017, 259/LA-LPK/I/2019 dan 260/LA-LPK/2019. Memang belum berizin. Saat ini ada penambahan program pelatihan. Dimana untuk perizinan masih dalam proses di Disnaker PMPTSP,” ujar Plt Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Jumat, (11/6/2021).

Erik mengatakan, soal kasus yang melatarbelakangi kenapa 5 calon pekerja migran ini kabur. Mereka menyerahkan proses penyidikan ke polisi. Dia hanya memastikan bahwa, Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (PT CKS) di Jalan Raya Rajasa, Bumiayu, Kota Malang perizinannya masih dalam proses alias belum berizin.

“Kasus calon pekerja migran atau TKW memang beberapa kali terjadi di BLKLN/LPK CKS. Dari pihak CKS, merasa tidak ada permasalahan dengan calon pekerja migran. Tetapi terkait penjelasan korban, kami belum bisa mengatakan dulu, nunggu pendalaman dan Polisi,” kata Erik.

Erik membenarkan soal informasi seringnya terjadi persoalan antara calon pekerja migran dan pihak PT. Tetapi pihak PT mengklaim tidak pernah ada persoalan dengan para calon tenaga migran. Dalam waktu dekat mereka akan melakukan pendalaman dan melihat kondisi di Balai Pelatihan.

“Disnaker bersama dengan pengawasan Ketenagakerjaan, BP2MI san UPT. P2TKI Jawa Timur akan mendalami kasus ini dengan langsung mengunjungi BLKLN/LPK CKS,” tandasnya. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar