Peristiwa

Diskusi Bersama Pakar, Machfud Arifin Rancang Infrastruktur Anti Banjir

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya, Machfud Arifin terus menyerap aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat untuk mematangkan visi dan misi untuk memajukan daerah dan masyarakat Kota Pahlawan jika nanti diamanahkan menjadi orang nomor satu di pemerintahan. Termasuk berdiskusi bersama para pakar pembangunan infrastruktur dan pengusaha.

Kali ini, pria yang karib disapa Cak Machfud tersebut mengundang teman lama yang telah menjadi pakar di bidang masing-masing dari alumni SMA dan SMP untuk mendiskusikan pembangunan Kota Surabaya. Nampak pada diskusi kali ini Siti Siswandari selaku infrastructure dan IT counsultant, Fuddoly yang juga dosen teknik sipil ITS dan pengusaha Surabaya Taufik Gani.

“Ini adalah diskusi bersama teman lama saya, ada yang dari SMP seperti Bu Siti dan dari SMA Pak Fuddoly serta Taufik Gani. Mereka ini pakar di bidang masing-masing, ada pembangunan dan pengusaha,” ujar Cak Machfud.

Dalam diskusi ini, Cak Machfud juga memaparkan idenya untuk membangun Kota Surabaya jadi lebih maju dan menjaring masukan agar berbagai permasalahan dapat teratasi. Salah satunya pembangunan infrastruktur.

“Alhamdulillah respons mereka juga sangat positif dan yakin apa yang direncanakan dapat terwujud jika diupayakan dengan maksimal,” imbuhnya.

Cak Machfud yang juga mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Amin ini ingin sungai dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan perekonomian daerah dan masyarakat. Ia menyayangkan sungai yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi justru tidak terawat dan hanya dijadikan tempat pembuangan.

“Sungai ini harus dikelola dengan baik dan kita rawat serta jaga. Padahal jika kita manfaatkan potensi sungai dengan baik kita dapat menggerakkan ekonomi daerah dan terutama untuk masyarakat Surabaya,” kata dia.

Selain itu, ia juga memaparkan terkait penanggulangan banjir yang acap menghantui kota dan masyarakat Surabaya. Ia menegaskan, pembangunan box culvert yang ada saat ini harus disertai dengan teknologi agar tidak terjadi sedimentasi sehingga menimbulkan permasalahan baru di masa mendatang.

“Selain pemanfaatan sungai, banjir juga menjadi perhatian kita. box culvert yang tengah dibangun saat ini harus disertai dengan teknologi agar tidak terjadi sedimentasi di dalamnya dan juga pembangunannya harus diawasi dengan ketat agar sesuai yang diharapkan,” pungkas Cak Machfud. (hen/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar