Peristiwa

Dishub Tuban Rutin Bina Juru Parkir, Ini Tujuannya

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam penerapan parkir berlangganan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban terus melakukan berbagai terobosan, salah satunya melakukan pembinaan terhadap juru parkir, Sabtu (6/7/2019).

Pembinaan juru parkir yang jumlahnya 138 orang itu dilakukan supaya masyarakat yang telah membayar parkir berlangganan bisa merasakan dampak positif. Karena juru parkir resmi dari Dinas Perhubungan Tuban itu bertugas di pinggir jalan-jalan protokol hingga di beberapa kecamatan yang terdapat pusat keramaian dan perekonomian.

“Kami terus berupaya melakukan pembinaan bagi petugas parkir. Tentu tujuannya agar pelayanan semakin baik, disamping kami juga melengkapi rambu-rambu dan informasi lain terkait parkir,” terang Muji Slamet, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban.

Muji Slamet menambahkan, dalam pembinaan itu dilakukan evaluasi dan mendisiplinkan para petugas parkir setiap triwulan. Selain itu pihak Dishub memastikan tidak ada lagi penarikan membayar parkir untuk mereka yang sudah berlangganan. Yakni untuk kendaraan dengan register Kabupaten Tuban.

“Kami selalu mengingatkan dalam setiap pembinaan per triwulan, agar petugas tidak menerima, apalagi menarik retribusi. Kami minta petugas juga menyosialisasikan ke pengguna kendaraan supaya menyampaikan tidak perlu memberi karena sudah berlangganan,” tegasnya.

Dalam melakukan pengawasan terhadap petugas parkir,  Dinas juga rutin melakukan sidak dan pengawasan tertutup terhadap aktifitas juru parkir yang bertugas di tepi jalan. Hasil pengawasan tersebut sebagai bahan evaluasi maupun pemberian teguran bagi petugas yang tidak bekerja sesuai SOP.

Kadishub yang juga mantan Camat Soko itu menghimbau kepada pengguna jasa parkir langganan untuk tidak perlu lagi membayar retribusi parkir kepada petugas yang ada di jalan-jalan. Bahkan mereka harus menolak dan melaporkan jika ada juru parkir yang meminta retribusi.

“Petugas lapangan akan memantau aktifitas juru parkir, dan akan memberi teguran jika ada yang melangar,” pungkasnya.

Sementara itu, salah pemilik kendaraan bernama Choirul, warga Tasikmadu, Kecamatan Palang yang ditemui ditepi jalan Pemuda, mengaku, sejak diterapkan parkir berlangganan juru parkir lebih ramah dan tidak menarik retribusi. Meski tidak sedikit juru parkir yang masih menerima jika diberikan oleh pengguna kendaraan.

“Sudah ada stikernya, kadang ngasih kadang juga tidak, mereka tidak minta sekarang. Sekiranya ada uang kecil saya kasih, mereka sudah bantu kita jagain motor,” ungkap Choirul, pemilik motor yang sudah membayar retribusi parkir berlangganan itu. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar