Peristiwa

Diserbu Mahasiswa, Ketua Dewan Sidak Klinik Medis

Gresik (beritajatim.com) – Ketua Dewan Gresik H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak (Sidak) saat ratusan mahasiswa Gresik menyerbu Laboratorium Klinis Medis Parahita guna melakukan rapid test.

Mahasiswa datang ke klinis medis tersebut guna melengkapi persyaratan tes ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di Surabaya.

Sebagai diketahui, persyaratan rapid test bagi calon mahasiswa ini, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Surabaya. Dimana, para peserta UTBK harus melapirkan bukti hasil non-reaktif Covid-19 melalui uji rapid test.

Terkait dengan ini, Ketua DPRD Gus Yani menanyakan beberapa hal, baik kepada pengunjung maupun pihak manajemen Parahita.

“Peran pemerintah sangat penting dalam situasi seperti ini. Terutama menyangkut pendidikan masyarakat Gresik. Pemerintah juga harus bisa hadir. Sebab, biaya rapid test terbilang cukup mahal,” ujarnya, Jumat (3/07/2020).

Gus Yani menambahkan, untuk menangani penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, Dewan bersama Pemkab telah menetapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 298 miliar.

“Dari jumlah itu Rp 210 miliar sebagai bantuan sosial yang digunakan sebagai jaring pengaman sosial. Dana untuk insentif tenaga kesehatan Rp 27 miliar dan dana APD Rp 14 miliar.

Sementara itu, salah satu calon mahasiswa Muhammad Salman (19) asal Kebomas, Gresik mengaku dirinya bersama rekannya pernah ke rumah sakit mau tes rapid test. Namun, biayanya sangat mahal.

“Di rumah sakit terlalu mahal. Kalau Puskesmas hanya bisa mengeluarkan surat keterangan sehat saja. Kebetulan juga di Laboratorium Klinik Medis Parahita sedang ada diskon untuk pelajar, mahasiswa, guru serta dosen,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali pun merespon permasalahan ini. Pihaknya besok akan menetapkan tiga Puskesmas sebagai tempat rapid test bagi para calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK di kota lain.

“Besok mulai para calon mahasiswa bisa melakukan rapid test di puskesmas Sidayu, Sukomulyo, dan Driyorejo. Syaratnya harus membawa KTP gresik dan bukti mengikuti tes masuk perguruan tinggi,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar