Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Diserang Burung dan Tikus, Hasil Panen Padi di Magetan Terancam Berkurang

Puluhan hektar tanaman padi pada dua kecamatan di Magetan diserang hama burung pipit dan tikus

Magetan (beritajatim.com) – Puluhan hektar tanaman padi pada dua kecamatan di Magetan diserang hama burung pipit dan tikus. Untuk hama burung pipit petani terpaksa memasang jaring agar padinya yang mulai berisi tidak habis. Dan mereka memasang jebakan racun untuk mengatasi hama tikus.

Dian salah satu petani di Desa Pragak Kecamatan Parang mengaku saat ini dipusingkan dengan hama tikus yang merajalela. Padinya yang berusia 70 hari itu nyaris habis dibabat tikus.

” Sulit sekali kalau tikus, sudah kita pasangi bunyi bunyi tapi tetap saja. Terpaksa kita pasangi racun yang kita campur dengan singkong. Namun beberapa hari kembali lagi, babat padi mulai dari pangkal. Sulit pokoknya dibasmi saat ini,” katanya Dian, Sabtu (29/01/2022).

Serangan hama tikus ini hampir merata di desa Pragak. Para petani mengeluhkan banyaknya tikus yang membabat ladi mereka jelang berbuah. Berbagai cara telah dilakukan dengan pasang bunyi bunyian agar tikus takut hingga pasang racun dan jaga tiap malam dengan senapan angin.

Berbeda dengan tanaman padi di Desa Sumberdukun Kecamatan Ngariboyo. Tanaman padinya yang mulai berisi malah diserang burung pipit. Salah satunya Yasin, agar tidak habis, petani asal desa Sumberdukun ini memilih memasang jaring di lahan pertaniannya untuk menangkal serangan burung pipit.

“Tanaman padi saya mulai berbulir lebih dahulu dari tanaman padi desa lain. Sehingga menjadi sasaran burung,” ungkapnya.

Dia terpaksa memasang jaring di sawahnya yang berukuran 1.300 meter persegi tersebut. Ini dilakukan agar tanaman padinya yang sudah berusia 80 hari.”Kalau dibiarkan habis dan bisa berdampak terhadap hasil panennya nanti,” imbuhnya.

Bila dibanding serangan tikus, hama burung ini lebih mudah dikendalikan. Tikus menyerang batang dengan tenang habis dari pangkal. Jika burung pipit hanya buah dan siang hari lebih mudah terlihat dan takut dengan jaring.

“Setiap petani pasti berharap saat panen hasilnya bisa normal dan tidak merugi cukup banyak akibat serangan hama. Namun yang jelas dengan adanya hama ini terpaksa kami mengeluarkan biaya lebih untuk membeli jaring atau memasang racun tikus,” pungkasnya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar