Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Dirjen Perhubungan Darat Minta Polisi Investigasi Amblesnya Jembatan Ngaglik

Lamongan (beritajatim.com) – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mendesak kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut dan menginvestigasi kendaraan yang disinyalir jadi sebab amblesnya jembatan Ngaglik 1 di Jalan Poros Nasional, Lamongan.

Hal tersebut, Budi sampaikan saat ia meninjau kondisi jembatan ambles yang kini masih dilakukan perbaikan dan ditargetkan tuntas pada H-10 lebaran.

“Yang saya dengar tadi, dari Satalantas dan Kapolres Lamongan, saat jembatan ambles ada dua kendaraan yang melewati, yakni truk gandeng dan mobil pick-up. Kalau bisa dilakukan investigasi terhadap kendaraan tersebut, nomor polisinya berapa dan sebagainya. Saya juga ingin tahu muatannya apa,” ungkap Budi, Sabtu (2/3/2022) hari ini.

Selain kendaraan tersebut, Budi juga menuturkan, jika faktor usia jembatan ini juga diduga menjadi penyebab amblesnya jembatan. Ia menyebut, jika sisi kiri dan kanan jembatan sudah dibangun sejak 1979, serta yang bagian tengahnya sudah sangat tua.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi saat meninjau kondisi jembatan Ngaglik 1 Lamongan.

“Kontruksi jembatan ini berbeda. Kemungkinan sebab lainnya memang usia jembatan sudah tua. Ini merupakan kasus kedua yang terjadi di antara Lamongan-Tuban. Apalagi yang di Widang ada yang meninggal dunia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, jika over loading kendaraan yang terjadi di kawasan Tuban dan Lamongan sudah cukup parah. Oleh sebab itu, ia mengaku, akan mengoperasikan dua jembatan timbag untuk menanggulangi persoalan tersebut.

“Makanya, saya akan operasikan jembatan timbang di Widang dan Lamongan. Dari dua jembatan timbang ini nanti kita lihat mana yang lebih visible. Di Tuban sudah siap, tapi lokasinya kurang luas, kalau di Lamongan lokasinya cukup baik tp perlu kita perbaiki lagi kondisinya,” jelasnya.

Budi menegaskan, ke depan kendaraan yang masuk kategori Over Dimensi Over Loading (ODOL) akan dilakukan pengawasan lebih ketat. Pasalnya, menurut Budi, kendaraan-kendaraan tersebut dampaknya akan sangat merugikan.

“Kami dengan Polantas Polri, Kemen PUPR dan Dishub sudah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan kepada ODOL. Kita harapkan para pelaku industri kendaraan mobil barang logistik dan pemilik logistik semakin faham dan tahu bahwa dampak akumulasi ODOL bisa merusak jembatan dan bisa membahayakan para pengendara lain,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar