Peristiwa

Direktur Pelayanan Haji Sebut Penjualan Uang Riyal di PPIH Surabaya Mahal

Surabaya (beritajatim.com) – Musim haji juga menjadi musim pencetak uang buat pengusaha perlengkapan haji. Tak hanya di pasar khusus penjualan perlengkapan haji. Asrama Haji yang jadi tempat singgah sementara para CJH (Calon Jemaah Haji) juga menjadi pasar kaget.

Banyak penjual pakaian dan pelengkapan haji yang membuka stan di dalam asrama. Bahkan jasa penukaran uang juga memperjualbelikan mata uang riyal dan rupiah. Hanya saja, saat pengecekan fasilitas dan pelayanan haji oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI, Muhajirin Yanis, mendapati ada stan pelayanan penukaran uang yang dirasa mahal penentuan kursnya.

“Ini kok penukaran mata uang Riyal Saudi sampai Rp 4.450. Apa gak kemahalan?,” Sebutnya saat bertanya ke petugas penukaran uang di stan PT Artha Berkah Kophaji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (14/7/2019).

Karena merasa mahal, Muhajirin Yanis pun mengambil ponsel pintarnya untuk mencari tahu kurs penukaran mata uang Riyal Saudi ke Rupiah (Rp). Menurut penelusuran google, Muhajirin menyebutkan kurs Rupiah ke Riyal Saudi sekitar Rp 3.727 per Riyal.

Muhajirin pun menghimbau, agar penukaran mata uang untuk calon haji tak melebihi ambang batas yang sudah ditentukan. “Saya tadi tanya dan sudah memberikan imbauan agar tak melebihi batas ketentuan kurs penukaran rupiah,” tandasnya. “Saya hitung tadi penukaran jasa ambil unung 10 persen sampai 15 persen,” sambungnya.

Bahkan, jika memang perlu, lanjut Muhajirin, Otoritas Jasa Keuangab (OJK) diharapkan turut serta memberikan pengawasan ke Asrama Haji yang jadi singgahan sementara para CJH. “Dengan begitu (pengawasan bersama) maka tak akan ada pelanggara batas penukaran kurs Rupiah ke Riyal,” tandasnya. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar