Peristiwa

Dinilai Ganggu Penanganan Covid-19, IDI Polisikan Tiga Akun FB

Kuasa Hukum IDI Sumenep, Hawiyah Karim

Sumenep (beritajatim.com) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumenep berencana mempolisikan tiga akun Facebook (FB) yang memposting tanggapan dengan kalimat tidak senonoh tentang penanganan Covid-19 di Sumenep.

“Kami akan laporkan secara resmi ke Polres atas nama IDI. Hari ini kami masih berkoordinasi dengan pak kapolres, karena ini melibatkan beberapa pihak yang merasa dirugikan kemudian dijadikan dalam satu bentuk laporan,” kata Kuasa Hukum IDI, Hawiyah Karim, Rabu (8/7/2020).

Postingan yang dipersoalkan tersebut mengomentari penanganan Covid-19 di Sumenep. Dalam kalimat yang ditulis, ada kata-kata yang menyebut organ intim perempuan dalam bahasa Madura, mengumpat agar terkena corona dan dokternya segera mati.

“Postingan itu berisi ujaran yang menghujat dan bisa menimbulkan opini publik yang tidak baik. Ini bisa mengganggu penanganan Covid-19,” ungkap lawyer yang karib disapa Wiwik ini.

Ia memaparkan, postingan dengan kalimat tidak pantas itu sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Namun para dokter berusaha menahan diri untuk tidak menanggapi hal-hal yang tidak penting. Para dokter lebih memilih untuk menangani pasien-pasien Covid-19.

“Tetapi kemudian kok disusul dengan postingan-postingan berikutnya yang kalimatnya sangat tidak pantas dilontarkan di media sosial. Karena itulah, kami memutuskan untuk melaporkan ke polisi agar menimbulkan efek jera,” ujarnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar