Peristiwa

Dinas Peternakan Sumenep Ingatkan Pedagang Hewan Kurban

Foto ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep mewanti-wanti para pedagang hewan kurban agar tidak melakukan ‘kamuflase’ pada hewan dagangannya semata untuk menarik pembeli.

“Kami mengimbau agar para pedagang menjual hewan ternak dengan kondisi sebenarnya. Kalau memang hewannya sehat, gemuk, besar, tentu akan menarik minat pembeli,” kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep, Khaeru Ahmadi, Senin (27/07/2020).

Ia mengaku memang mendengar ada beberapa pedagang ‘nakal’ yang mencoba ‘menyulap’ hewan ternak yang dijualnya dengan memberikan madu, telor, atau makanan dan minuman dalam jumlah lebih.

“Tujuannya tentu saja agar hewan yang dijual ini lebih terlihat segar, sehat, sehingga menarik pembeli. Tapi karena itu bukan kondisi sebenarnya, maka dua tiga hari setelah dibeli, hewan ini jadi beda kondisinya. Tidak sehat lagi. Ini jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep meningkatkan kegiatan pengecekan kesehatan hewan kurban di pasar hewan reguler dan pasar hewan ‘dadakan’ jelang Idul Adha. Pengecekan kondisi hewan kurban itu akan dilakukan terus menerus hingga hari ‘H’ Idul Adha.

Pemeriksaan tersebut juga dilakukan di kecamatan-kecamatan lain di luar Kecamatan Kota, mengingat ada petugas paramedik peternakan yang telah terlatih dan mendapat sertfikat kompeten. (tem/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar