Peristiwa

Dilarang ‘Manggung’ Selama Pandemi, Ratusan Pekerja Seni Sumenep Demo Bupati

Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan seniman yang tergabung dalam Gerakan pekerja dan penata seni Sumenep (GERPAS) berunjuk rasa ke Kantor Bupati Sumenep, Rabu (11/12/2020). Mereka menuntut agar Bupati mencabut larangan ‘manggung’ atau acara hiburan.

“Ini diskriminatif. Kami para pekerja seni dilarang tampil. Hiburan dilarang. Alasannya menimbulkan kerumunan. Tetapi kegiatan lain yang mendatangkan banyak orang tidak dilarang,” kata korlap aksi, Bambang Hudawi.

Menurutnya, akibat larangan itu, para pekerja seni di Sumenep menganggur. Mereka tidak punya penghasilan sama sekali sekitar 9 bulan. Dan selama itu, tidak pernah ada bantuan dari Pemerintah.

Ia memaparkan, pada Juni 2020, para pekerja seni sudah menyerahkan data ke Dinsos, karena akan ada bantuan. Tetapi ternyata tidak ada. “Setelah itu, kami dipanggil, katanya dapat bantuan, 1 bulan Rp 200.000. Tapi bantuan itu kami tolak. Dimana hati nurani pemerintah? Mana cukup Rp 200.000 untuk biaya hidup 1 bulan?” ujarnya.

Saat berunjuk rasa, para pekerja senin ini membawa beberapa poster yang bertuliskan cukup menggelitik. Diantaranya, ‘Cukup hatiku yang ambyar tapi janjimu jangan ya pak’; ‘Lebih baik di PHP mantan dari pada di PHP Satgas Covid’; ‘Kita sudah lama digoyang lama tidak menggoyang’; ‘Gak apa-apa make upku luntur asal jangan keadilan yang luntur’.

“Kami ingin pemerintah mengijinkan kembali adanya hiburan, agar kami bisa kembali ‘manggung’. Kami tidak butuh bantuan. Kami butuh pekerjaan,” tandasnya. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar