Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Diingatkan Disnaker Magetan, PT KSS Indo Apparel Bayar Lunas Gaji Karyawan

Tangkapan layar bukti transfer pelunasan gaji PT KSS Indo Apparel.

Magetan (beritajatim.com) – Curhatan karyawan PT KSS Indo Apparel sempat terdengar sampai ke telinga Kepala Dinas Tenaga Kerja Magetan Gatot Sapto Priyono.

Gatot menyebut kalau pihaknya sudah menerima laporan terkait terlambatnya pembayaran gaji, berikut gaji yang sempat dicicil. Gatot menyebut pihaknya sudah mengingatkan pihak manajemen PT KSS Indo Apparel.

”Sudah kami ingatkan terkait penggajian. Sesuai dengan yang mereka katakan ke kami, gaji dibayar penuh hari ini (23/5/2022). Dan sudah dibayar penuh tepat pada pukul 11.00 tadi,” kata Gatot pada beritajatim.com, Senin (23/5/2022).

Total kekurangan gaji yang harus dibayarkan sudah ditransfer ke rekening masing-masing pegawai. Sebelumnya, mereka hanya menerima Rp150 ribu dari seharusnya Rp 1,9 juta.

”Kami tetap memantau seperti biasanya. Segala laporan baik dari manapun tetap kami kroscek dan akan kami ingatkan. Baik untuk PT KSS Indo Apparel dan perusahaan lain yang ada di Magetan,” kata Gatot.

Pembayaran gaji tersebut juga sudah dibenarkan oleh karyawan PT KSS Indo Apparel yang sempat curhat. Salah satu karyawan yakni X membenarkan jika gaji untuk bulan April 2022 sudah dibayarkan.

”Kami sudah mendapatkan gaji sepenuhnya. Kami harap perusahaan bisa menggaji kami tepat waktu seperti sedia kala. Karena baru dua bulan ini gaji sempat terlambat dibayarkan. Kami sudah bekerja semaksimal mungkin selama masa kerja sebulan dengan per hari kerja sekitar 10 jam. Kami akan tetap memperjuangkan hak kami. Kami mengharap perusahaan tak ada kendala lagi dalam pembayaran gaji dan komunikasi dengan karyawan dan manajemen bisa lebih baik,” kata X.

Sebelumnya, karyawan PT KSS Indo Apparel kembali curhat. Jika bulan lalu gaji dibayar terlambat sekitar empat hari, kini gaji tak hanya terlambat lima hari tapi juga dicicil. Untuk gaji bulan April mereka baru mendapatkan gaji Rp150 ribu dari seharusnya sekitar Rp1,9 juta. Padahal, mereka harus melakukan pekerjaan menjahit, mengobras, hingga melakukan permak selama sepuluh jam kerja. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar