Peristiwa

Dihiasi Bunga Pengusir Hama, Persawahan di Mojokerto Jadi Lokasi Swafoto

Pengunjung sedang melakukan swafoto di tanaman bunga area persawahan Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jalan ke area persawahan di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ditanami bunga pengusir hama. Namun saat ini, jalan tersebut justru menjadi lokasi swafoto karena indahnya bunga-bunga yang ditanam para petani.

Salah satu petani, Hartik mengatakan, bunga-bunga yang ada di depan area persawahan padi milik warga tersebut sudah ditanami sejak dua tahun lalu. “Awalnya, saya yang tanam. Mungkin karena bagus, kelihatan indah jadi yang lain ikutan. Ya yang mau saja, ada juga yang tidak ikut tanam,” ungkapnya, Sabtu (20/6/2020).

Warga setempat ini menjelaskan, bunga berbagai jenis tersebut dipercaya sebagai pengusir hama tanaman padi. Seperti wereng dan belalang. Meski awalnya tujuannya hanya agar terlihat indah, namun setelah ada penyuluhan dari Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) sehingga banyak petani yang ikut menanam.

“Kalau bunganya tergantung yang tanam, kalau seandainya ditata. Yang kanan bunga kenikir, yang kiri bunga kertas mungkin tambah bagus. Ini saya hanya yang mau, ada juga yang tidak mau. Kan tanamnya di depan sawah masing-masing. Ini sampai ke timur pada tanam meski tidak semua, itung-itung menyenangkan orang,” katanya.

Ia mengaku memang beberapa bulan ini, banyak masyarakat yang datang untuk swafoto di jalanan area masuk sawah warga. Jalan yang sudah dipaving membuat masyarakat yang ingin berswafoto lebih mudah masuk. Menurutnya, hari Sabtu-Minggu banyak didatangi masyarakat khususnya pagi hari.

Petani di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mengusir burung pemakan padi. [Foto: misti/bj.com]
Hal tersebut juga diakui petani lainnya, Wakiah. “Iya banyak yang datang. Pernah ada yang pakaian pengantin foto-foto di sini, ada yang pakaian wisuda. Minggu pagi jam 6 sudah banyak yang datang, tidak hanya yang gowes. Kadang bawa mobil ditaruh depan sana terus masuk jalan kaki,” ujarnya.

Wakiah menambahkan, bunga-bunga tersebut memang awalnya ditanam untuk mengusir hama tanaman padi. Bahkan para petani pernah diajak survei ke daerah Lamongan yang juga menanam bunga-bunga untuk mengusir hama. Meski diakui, untuk burung pemakan padi tidak bisa diusir.

“Kalau burung ngusirnya ya diteriaki gini atau dikasih tali dikasih plastik dan ditarik saat ada burung. Kalau bunga itu kan ada sarinya jadi hama menghampiri bunga-bunga ini. Ini sudah agak pendek, dulu tinggi-tinggi bunganya, tidak tahu kenapa. Ada bunga kenikir, kertas dan bunga matahari,” jelasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar