Peristiwa

Digugat Cerai oleh Istri,  Warga Dukun Gresik Gantung Diri

Gresik (beritajatim.com)– Effendi (30) warga Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik, terpaksa mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pemuda yang sudah beristri tersebut nekad gantung diri karena digugat dicerai oleh istrinya EK (23).

Effendi gantung diri dengan menggunakan tali tampar yang diikatkan di kayu blandar lalu melompat dari atas kotak sound system.

Kapolsek Dukun Iptu Sutadji mengatakan, kejadian gantung diri itu terjadi di dalam rumah korban. Saat itu, ibu korban ST kaget saat melihat di ruangan lantai dua, anak kandungnya sudah tergantung terlilit tali tampar yang diikatkan di kayu blandar.

“Melihat anaknya sudah meninggal gantung diri. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” kata Kapolsek Dukun Iptu Muchammad Mustadji, Rabu (22/01/2020).

Lebih lanjut Mustadji menuturkan, setelah kejadian pihak keluarga bersama ketua RT setempat. Yakni, Fatekur bersama anggota kami menurunkan korban. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan.

“Dari keterangan saksi serta hasil visum tidak ada bekas penganiayaan serta kekerasan dan diduga meninggal akibat murni jeratan tali yang digantung. Selain itu, di alat kemaluan korban juga keluar air mani,” tuturnya.

Masih menurut Mustadji, pemicu korban melakukan bunuh diri diduga dikarenakan saat ini dalam proses cerai dengan istrinya EK. Di riwayat korban tidak ada riwayat permasalahan lain dan korban tidak memiliki riwayat penyakit.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan tidak menghendaki korban untuk diotopsi serta tidak dilakukan proses hukum dan membuat surat pernyataan,” pungkasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar