Peristiwa

Digitalisasi Siskamling, Sekardangan Diganjar Penghargaan Oleh Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Digitalisasi Sistem Keamanan Lingkungan menghantarkan Poskamling RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo diganjar penghargaan oleh Kapolda Jawa Timur. Penghargaan itu disampaikan pada saat puncak kegiatan HUT Bhayangkara ke 73 Tahun 2019 Jawa Timur bertempat di Makodam V Brawijaya Surabaya Rabu (10/7/3019).

Penghargaan ini merupakan bagian dari kompetisi lomba Siskamling Kapolda Cup 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Provinsi Jawa Timur.

Adapun daftar pemenang kompetisi Siskamling Kapolda Cup 2019 yaitu : Juara I dari Poskamling RT.23 RW.07 Kel. Sekardangan (Polresta Sidoarjo), Juara II Poskamling Desa Sumber Mujur (Polres Lumajang), Juara III Desa Rejeni RT.19 Kel. Madiun Lor (Polres Madiun), Juara Harapan I yaitu Poslinmas desa Kapatihan (Polres Jombang), Juara Harapan II Poskamling Desa Pagersari (Polres Tulung Agung) dan Juara Harapan III adalah Poskamling RW. XIII Desa Nogosari (Polres Pasuruan). Sedangkan Juara Favorit diraih oleh Poskamling Desa Cerme Kidul (Polres Gresik).

Inovasi digitalisasi sistem keamanan lingkungan yang dilakukan di RT.23 RW.07 Sekardangan, Sidoarjo ini memang patut diacungi jempol, karena merupakan ide dan kreatifitas warga sendiri yang berkeinginan menjadikan kegiatan Poskamling menjadi lebih menyenangkan, efisien, praktis. Kegiatan poskamling yang selama ini dirasakan masyarakat sebuah kegiatan jadul, membosankan dan konvensional dapat dimodifikasi menyesuaikan kemajuan teknologi informasi yang sejalan dengan perlunya adaptasi penerapan Siskamling dalam menghadapi industry 4.0.

Penggunaan aplikasi sederhana bernama “Sistem Keamanan Warga” atau yang disingkat dengan SIKARA mampu dimanfaatkan warga untuk memberitahukan kepada seluruh warga lainnya dengan cukup menekan tombol panic button yang ada dalam HP warga, selanjutnya akan ternotifikasi dalam bentuk suara alarm pada HP warga lainnya. Aplikasi ini dapat digunakan saat ada warga yang mendapati keluarga sakit mendadak, warga meninggal dunia, ada perampokan, penculikan, pencurian dan saat ini juga telah dikembangkan tak hanya fungsi panic button namun juga digunakan untuk pendataan warga dan tamu yang menginap, juga dimanfaatkan untuk pengingat kegiatan warga seperti rapat warga hingga kegiatan kerja bakti. Dengan demikian akan semakin cepat dan mudah untuk segera terinfo dan tertangani oleh warga.

Terlebih Polresta Sidoarjo juga telah memiliki inovasi laporan warga berupa aplikasi bernama “Delta Siap”, yang dapat dimanfaatkan oleh warga untuk meneruskan dan melaporkan informasi kejadian tindakan kriminal, kemacetan lalu lintas, kejadian darurat lainnya dengan cepat, sehingga dalam waktu yang singkat akan langsung mendapatkan bantuan dari pihak Kepolisian.

Edi Priyanto Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo pasca menerima penghargaan mengatakan, warganya telah menyadari sepenuhnya bahwa keamanan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bentuk kepedulian tersebut menyebabkan terjadi pengawasan melekat antar warga, bukan menyerahkan sepenuhnya kepada petugas keamanan.

“Kegiatan ronda siskamling kami galakkan, tak hanya Bapak-bapak yang jaga diwaktu malam namun Ibu-ibu juga ikut terlibat jaga pada saat siang hari, kegiatannyapun bukan sekedar jaga namun dijadikan ajang untuk bersosialisasi dan berkomunikasi antarwarga, sehingga hubungan semakin erat. Komunikasi yang baik ini bisa menjamin terjadinya kepedulian terhadap lingkungan yang semakin meningkat dan warga akan saling menjaga. Kegiatan ini juga sangat efektif untuk mendeteksi adanya terorisme maupun pencegahan terhadap tindak kriminal dan peredaran narkoba”, ujar Edi.

Dalam pemantauan terhadap aktifitas warganya juga telah memasang kamera CCTV yang dapat diakses oleh seluruh warga melalui ponselnya, sehingga ini akan menjadi fasilitas dan sarana publik warga untuk bisa melakukan pengawasan melekat, saling mengawasi satu dengan yang lainnya. Selain kamera pantau CCTV, guna memudahkan memberikan informasi langsung yang sifatnya spontan dan kegiatan warga, setiap sudut kampung juga telah terpasang speaker.

“Sejalan dengan kegiatan ronda dan jaga Siskamling warga, kami membuat program bernama jimpitan receh, uang receh setiap rumah dikumpulkan dalam sebuah toples yg telah kami sediakan, uang receh tersebut diambil setiap Jum’at malam oleh warga yang melakukan tugas jaga poskamling saat itu dan kami sebut sebagai jimpitan receh,” paparnya.

Anak-anak diarahkan pada kegiatan permainan diluar rumah dengan permainan tradisional seperti : engklek, gobak sodor, boi-boian, ular tangga, mini sepakbola dan bulutangkis, untuk mengurangi ketergantungan pada gadget dan televisi.

Remaja dan Karang Taruna diisi kegiatan positif dengan secara rutin dilakukan kegiatan olahraga seperti, basket, tenis meja serta olahraga beladiri seperti, karate dan taekwondo. Guna meningkatkan kebugaran warga, maka dijadwalkan senam bersama dan kegiatan gowes bersama.

RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo saat ini telah menjadi “role model” dalam pengelolaan sampah dan lebih dikenal sebagai “Kampung Edukasi Sampah”. Tempat ini juga telah dijadikan Polesta Sidoarjo sebagai “pilot project” Kampung yang bersih dan bebas dari Narkoba di Kabupaten Sidoarjo.[rea/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar