Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Dievakuasi ke Puskesmas, Lansia Sakit Terjebak Banjir di Mojoagung Jombang

Lansia sakit bernama Sutirah saat dievakuasi tim BPBD Jombang, Kamis malam (24/11/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Dusun Kebondalem Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang berubah menjadi kolam raksasa, Kamis (24/11/2022) malam. Air dari sungai tumpah ke perkampungan padat penduduk. Jalan desa pun tergenang. Air terus naik hingga memasuki rumah warga. Ketinggian air antara 80 hingga 150 cm.

Adalah rumah milik Sutirah (52) yang malam itu juga dikepung banjir. Air perlahan naik hingga ketinggian sepuruh rumah tersebut. Sutirah tak bisa berbuat banyak. Dia hanya tergolek di atas tempat tidur. Hanya bolah mata Sutirah yang bergerak ke kanan dan kiri. Sutirah tah bisa duduk.

Karena begitu bangkit dari tidur, Sutirah langsung muntah. Itu karena Sutirah menderita penyakit mag akut atau asam lambung tinggi. Hanya tidur di atas ranjang itulah yang bisa dilakukan. Semakin malam air di rumah Sutirah terus naik. Warga kemudian menghubungi tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang.


Tak berselang lama, tim berseragam oranye itu datang. Sutirah langsung sumringah. Dengan perlahan, tim dari BPBD mengangkat lansia tersebut keluar rumah. Mereka bergerak perlahan. Nenek berusia 52 tahun ini kemudian dinaikkan ke atas perahu karet. “Ibu Sutirah kita bawa ke Puskesmas Miagan Mojoagung. Dia sakit asam lambung. Kalau duduk, langsung muntah,” kata Ketua Tim BPBD Jombang Abdi Purwoko.

Abdi mengungkapkan, selain rumah Sutirah, ada ratusan rumah lainnya yang terkena banjir. Air memasuki pemukiman selepas isyak. Semakin lama debit semakin tinggi. “Di Dusun Kebondalem Desa Kademangan ini yang paling parah. Ketinggian air antara 80 hingga 80 cm,” ujarnya.

Banjir setinggi dada di Dusun Kebondalem Kecamatan Mojoagung, Kamis (24/11/2022)

Menurut Abdi, di Kecamatan Mojoagung terdapat tiga desa yang diterjang banjir. Masing-masing Desa Kademangan, Betek, serta Desa Janti. Total rumah yang terdampak sebanyak 468 rumah. Sedangkan dua kecamatan lain yang mengalami kondisi serupa adalah Kecamatan Peterongan dan Jogoroto.

Apa penyebab banjir Mojoagung? Abdi menjelaskan, banjir dipicu oleh intensitas hujan yang cukup lama di wilayah hulu. Yakni, Kecamatan Wonosalam dan Bareng. Tinggi curah hujan tersebut membuat debit sungai naik di wilayah hilir. Air sungai kemudian tumpah ke sawah. Nah, dari sawah meluber ke perkampungan. “Ini berangsur surut, tapi lambat,” ujar Abdi. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar