Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Dies Natalis ke-68, GMNI Surabaya Adakan Donor Darah dan Pagelaran Budaya

Surabaya (beritajatim.com) – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya mengadakan perayaan Dies Natalis ke-68 dengan agenda donor darah dan pagelaran budaya.

Ketua DPC GMNI Surabaya Refi Achmad Zuhair mengatakan bahwa GMNI Surabaya bisa menjadi rekan strategis pemerintah. “GMNI Surabaya sejauh ini berusaha untuk menjadi kawan baik pemerintah, dalam arti partner berpikir,” kata Refi di Taman Budaya Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Refi ini mengatakan, selama hampir dua tahun kepengurusan GMNI Surabaya, seringkali bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov). Namun dia menggarisbawahi, GMNI Surabaya tetap menjaga jarak dengan pemerintah dengan terus memberi kritik apabila ada kebijakan yang merugikan rakyat.

“Kami tidak lupa untuk terus memberikan masukan baik berupa audiensi, demonstrasi, dan pernyataan sikap. Karena ini sebagai bentuk keberpihakan GMNI kepada rakyat,” katanya, Kamis (24/3/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris DPD Persatuan Alumni GMNI Eko Wahyono, mengatakan bahwa GMNI menjadi aktor penting dalam perjalanan Bangsa Indonesia. “Perjalanan Bangsa Indonesia tidak terlepas dari gerakan mahasiswa, mulai dari pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan, hingga terkini, hingga menjadi motor adanya perubahan sosial,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Cak Ek ini, mendorong kader GMNI Surabaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi agar menciptakan GMNI yang lebih terstruktur dan sistematis. “Pemanfaatan teknologi menjadi alat gerakan, mutlak diperlukan. Tidak bisa GMNI saat ini mengandalkan gerakan-gerakan yang sifatnya sporadis,” katanya.

Rangkaian agenda Dies Natalis GMNI ke-68 oleh DPC GMNI Surabaya ini terdiri dari donor darah yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya. Dilanjut dengan agenda pagelaran budaya yang diantaranya adalah orasi kebudayaan oleh Sekjen Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) Chrisman Hadi dan penampilan ludruk oleh Cak Meimura.

Lalu ada penampilan tarian Wela Rana oleh mahasiswa asal Manggarai, Pantomim oleh Pakde Mahdi, dan penampilan Wayang Plastik oleh Sanggar Samin. Turut hadir dalam agenda tersebut, Kadispora Jatim Pulung Chausar yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kasubid Ormas Bakesbangpol Jatim Khamim dan Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Budi Leksono yang sekaligus menutup serangkaian agenda GMNI Surabaya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar