Peristiwa

Mayat Tersangkut Batu Kali

Diduga Tewas Karena Tenggelam

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyebab kematian Ngadi (62) yang ditemukan tewas tersangkut Kali Papat Dusun Ketintang, Desa Bakalan, Gondang, Kabupaten Mojokerto diduga tewas karena tenggelam. Korban warga setempat ini tenggelam setelah sebelumnya terpeleset.

“Saat pertama kali ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ada luka tapi akibat benturan dengan bebatuan sungai,” ungkapnya Kapolsek Gondang AKP AW Santoso , Selasa (22/1/2019).

Masih kata Kapolsek, korban sebelum ditemukan tewas dua hari pasca menghilang, terakhir terlihat memberi makan ternak pada Sabtu (19/1/2019) malam. Kandang ternak milik korban tak jauh dari bibir sungai yakni hanya sekitar 1 meter dari pondasi kandang.

“Dugaan sementara terpeleset karena jalan licin akibat hujan pada saat memberi makan ternaknya. Kenapa sampai ditemukan telanjang? Karena menurut keterangan keluarga, saat memberi ternak korban hanya menggenakan sarung dan kemeja,” katanya.

Sehingga, tegas Kapolsek, kemungkinan sarung dan kemeja korban terkena arus sungai mengingat pada saat itu banjir dan arus deras. Mayat korban ditemukan pertama kali oleh warga Desa Kedung Gede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto pada Senin (21/1/2019).

Sekitar pukul 14.30 WIB, saksi yang mengecek tanaman padi miliknya mencium aroma tak sedap dari arah Kali Papat. Saat dicek, saksi melihat ada sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tersangkut batu kali dengan keadaan telanjang.

Setelah berhasil diidentifikasi dan diketahui jika mayat tersebut adalah Ngadi (62) warga sekitar, mayat korban dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekansdar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar