Peristiwa

Diduga Stres, Ghufur Gantung Diri di Pohon Makam

Lamongan (beritajatim.com) – Entah apa yang ada dalam pikiran Ghufur (30), warga asal Desa Keben, Kecamatan Turi, Lamongan. Pemuda ini diduga stres berat sehingga nekad melakukan gantung diri di pohon makam. Tepatnya, di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

Gantung diri yang dilakukan Ghufur menyebabkan warga Desa Keben geger. Pasalnya, warga setempat kaget khususnya warga yang hendak nyekar. Sebab, tubuh Ghufur tergantung dengan seutas tali yang diikat di pohon besar. Sehingga, terlihat jelas oleh warga yang hendak masuk ke makam.

Kapolsek Sukodadi AKP Slamet Sugiarto mengatakan, informasi adanya warga gantung diri di makam dari masyarakat. Pasalnya saat dilakukan pemeriksaan, warga tidak ada yang mengenal. Hal ini karena korban tidak ada satupun identitas yang dibawa. “Semula warga desa tidak ada yang mengenal. Namun, setelah ditelusuri terkuak identitasnya,” katanya, Selasa (5/03/2019).

Ia menambahkan, saat ini jenazah korban masih disemayamkan di RSUD Soegiri Lamongan sambil menunggu keluarganya. “Tak ada penganiayaan di tubuh korban. Bahkan, berdasarkan laporan keluarganya korban sudah lama mengalami stres,” tambahnya.

Seperti diketahui, adanya warga yang melakukan gantung diri di pohon makan kuburan. Spontan membuat warga Desa Keben heboh. Pasalnya, korban pertama kali ditemukan oleh salah satu warga. Yakni, Slamet (45) yang saat itu hendak nyekar ke makam keluarganya.

“Pas waktu masuk ke makam saya curiga ada tubuh manusia targantung diatas pohon. Melihat kejadian itu langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” tandasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar