Peristiwa

Diduga Kelebihan Muatan, Truk Gandeng Muat Pakan Ternak Terguling di Jalur Nasional

Sebuah truk gandeng muatan pakan ternak terguling di jalur nasional. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kemacetan parah terjadi di jalur Surabaya-Madiun tepatnya di Jalan Raya Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/12/2019). Sebuah truk gandeng muatan pakan ternak terguling sehingga menyebabkan kemacetan di jalur nasional tersebut mencapai 2 KM.

Truk gandeng nopol AG 9035 UK muatan 50 ton pakan ternak tersebut dikemudikan Agustinus Bambang Prayitno (30), warga Desa Serut, Kecamatan Kanigoro, Kota Blitar. Truk berjalan dari arah Surabaya menuju Madiun dengan muatan pakan ternak di bagian depan 20 ton dan bak belakang 30 ton.

Sampai di lokasi kejadian, as roda belakang bakal gandengan patah. Akibatnya, ban bagian depan sebelah kiri bak gandengan meletus dan bak gandengan langsung terguling ke kiri. Ratusan sak pakan ternak yang tumpah ke jalan menimpa mobil Toyota Avanza hitam nopol N 1169 GW.

Mobil yang dikemudikan Suhada (39) warga Desa Tuyokarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ringsek di bagian kirinya. Beruntung Suhada bersama istri dan kedua anaknya selamat. Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan ini mengakibatkan jalur arteri Mojokerto macet sekitar 2 KM.

Pasalnya, sebanyak 30 ton atau 600 sak pakan ternak pun tumpah ke jalan di sisi Surabaya. Bak yang terguling menutup hampir seluruh jalur yang mengarah ke Jombang. Sehingga kendaraan roda empat atau lebih tidak dapat melintas hingga kemacetan mencapai 2 KM.

“Pakan ternak ini dikirim dari Krian, Sidoarjo ke Talun, Blitar. Sampai di lokasi, as roda belakang bak gandengan mendadak patah. Kemudian ban bagian depan sebelah kiri bak gandengan meletus. Bak gandengan langsung terguling ke kiri,” ungkap sopir truk gandeng, Agustinus.

Masih kata Agustinus, ada 20 sak yang rusak karena kemasannya ambrol saat truk bak bagian belakang terguling karena muatan pakan ternak. Oleh Agustinus, pakan ternak yang tumpah tersebut ia titipkan di rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Sopir Toyota Avanza, Suhada (39) mengatakan, jika saat kejadian mobil yang dikendarainya berasa di jalur kiri. “Saat truk terguling, saya posisi di lajur kiri, di sampingnya persis sehingga mobil saya terkena muatan pakan ternak yang tumpah di jalan,” katanya.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Edy Widoyono menjelaskan, kecelakaan ini dipicu kondisi truk yang kelebihan muatan. “Seharusnya, bak gandengan yang terguling maksimal hanya mampu mengakut muatan 15 ton tapi ini diisi 30 ton pakan ternak,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kanit, kondisi as roda truk gandeng yang patah tersebut sebelumnya sudah retak. Namun okeh sopir tetap dipaksakan untuk mengangkut pakan ternak dan kelebihan muatan juga. Akibat pelanggaran tersebut, sopir truk akan disanksi tilang.

“Kami urus kerugian materilnya akibat kecelakaan ini dulu, evakuasi bak gandeng yang terguling menunggu mobil derek. Untuk pelanggaran sopir truk akan kami koordinasikan dengan Kasat Lantas. Pasca kejadian, kami terapkan sistem contra flow dari simpang tiga Lengkong hingga titik putar balik Desa Watesumpak,” tuturnya.

Rekayasa lalu lintas dibuat agar kendaraan roda empat dari arah Surabaya tetap bisa melintas menuju ke arah Jombang. Contra flow sendiri mengakibatkan antrean kendaraan sekitar 2 KM juga terjadi dari arah Jombang ke Surabaya. Hingga pukul 18.00 WIB, sopir truk dibantu warga masih mengevakuasi 600 sak pakan ternak dari tengah jalan.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar