Peristiwa

Diduga Ilegal, Gubernur LIRA Jatim Gagalkan Rapimnas LSM LIRA Indonesia

 

Malang (beritajatim.com)-Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, Sutrisno mempersoalkan rencana kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LSM LIRA Indonesia yang memakai nama Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang sah secara hukum sesuai SK KEMENKUMHAM.

“Sebenarnya saya tidak punya wewenang membubarkan acara ilegal tersebut. Kenapa saya sebut ilegal? Pertama acara tersebut tidak ada izin baik dari Polda Jatim maupun Polres Batu.

Kedua, legalitas dan atribut yang mereka pakai (LSM LIRA Indonesia-red) adalah atribut Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) hasil Munas ke 2 yang sudah dilengkapi dengan SK KEMENKUMHAM bahkan HAKI,” ungkap Sutrisno, Kamis (20/6/2019) malam.

Kata dia, karena memakai nama LIRA yang sudah berkekuatan hukum tingkat Kemenkumham serta dilengkapi HAKI, pihaknya mempersoalkan maksud dari Rapimnas yang memakai nama Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang sah sesuai hukum.

“Maka dari itu dengan sangat terpaksa, saya mengajukan protes keberatan acara itu tetap berlangsung. Namun sekali lagi, kami tidak membubarkan. Karena yang punya wewenang membukarkan Rapimnas itu adalah pihak kepolisian. Dan Alhamdulillah, dari Polres Batu informasinya sudah mengambil tindakan cepat untuk melakukan pembubaran,” papar Sutrisno.

Acara LSM LIRA Indonesia yang memakai atribut Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) diduga ilegal dan tanpa pemberitahuan aparat kepolisian di wilayah hukum Polres Batu. Rencananya, agenda kegiatan LSM LIRA Indonesia adalah Rapimnas dan HUT LSM LIRA Indonesia ke-14 Tahun bertempat di Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu.

“Setahu kami acaranya akan dilangsungkan selama 2 hari. Tadi siang mulainya. Tapi setelah kita protes ke Polres Batu akhirnya dibubarkan aparat kepolisian,” tegasnya.

Sutrisno melanjutkan, pihaknya sempat bertemu dengan Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto terkait rencana Rapimnas LSM LIRA Indonesia yang merugikan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang sah sesuai hasil Munas Ke- 2.

“Kita sempat audiensi dengan Kapolres Batu. Kita beritahu bahwa acara Rapimnas ini ilegal dan tidak ada pemberitahuan. Saya juga serahkan copy semua legalitas Lumbung Informasi Rakyat atau LIRA yang sah berkekuatan hukum ke Kasat Intel Polres Batu. Dan saya rasa sangat cukup dari pihak aparat untuk menentukan LIRA mana yang sah,” Sutrisno mengakhiri. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar