Peristiwa

Diduga Epilepsi Kambuh, Bocah 14 Tahun di Ponorogo Tenggelam di Sungai

Kedung Suwiyu yang berada 50 meter di belakang rumah korban. (Foto/Polsek Badegan)

Ponorogo (beritajatim.com) – Nasib malang menimpa oleh IS. Bocah berumur 14 tahun itu ditemukan tenggelam di sungai Kedung Suwiyu. Lokasi sungai berada 50 meter dari belakang rumah korban, Dusun Bon dalem Desa Tanjunggunung Kecamatan Badegan Ponorogo. Korban ditemukan setelah sehari dinyatakan hilang.

“Korban itu hilang sejak Sabtu (14/11) dicari siang sampai malam tidak ketemu,” kata Kapolsek Badegan IPTU Agus Wibowo, Minggu (15/11/2020) sore.

Penemuan korban ini berawal pada hari Sabtu kemarin, Giran (orang tua korban) mencari IS yang biasanya bermain dengan teman-temannya, namun tidak menemukan korban IS. Kemudian pada pukul 14.00 WIB, Giran meminta bantuan tetangga untuk mencari anaknya. Saat itu babinsa dan babinkamtibmas juga ikut mencari.

“Hingga pukul 22.00 WIB pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian dihentikan dan dilanjutkan esok paginya,” katanya.

Pagi tadi mulai pukul 06.00 WIB pencarian dimulai kembali. Petugas dari Polsek dan Koramil Badegan dibantu masyarakat memfokuskan pencarian di sekitar kedung Suwiyu. Warga yang bisa berenang, menyelami kedung yang memiliki kedalaman sekitar 3 meter tersebut, namun hasilnya masih nihil. Hingga pada pukul 10.05 WIB, korban muncul di permukaan air kedung tersebut. Kemudian warga menariknya ke pinggir sungai dan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Warga sebelumnya sudah beberapa kali menyelami tetapi tidak menemukan korban. Baru sekitar pukul 10.05 WIB, korban tiba-tiba muncul ke permukaan. Namun sudah dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.

Korban kemudian dibawa ke rumah. Polisi dibantu petugas medis melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Polisi menduga korban terpeleset saat bermain di sekitar kedung. Sebab, korban punya riwayat penyakit epilepsi. Sehingga dimungkinkan penyakitnya itu kambuh dan terjun ke kedung yang berada di belakang rumah korban itu.

“Sehari-hari korban juga bermain disitu, kemungkinan penyakit epilepsinya kambuh hingga korban tercebur ke kedung. Keluarga menerimanya sebagai musibah, korban lalu di makamkan di TPU desa setempat,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar