Peristiwa

Diduga Depresi, Kakek di Mojokerto Tertabrak KA Sri Tanjung

Korban tertabrak KA Sri Tanjung di Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Seorang kakek tertabrak Kereta Api (KA) Sri Tanjung di perlintasan rel KA Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Diduga kakek 90 tahun ini depresi lantaran sakit yang dideritanya.

Kapolsek Mojoanyar, AKP Anwar Iskandar mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB di perlintasan KA Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupate Mojokerto. “Korban atas nama Semi, usia 90 tahun yang merupakan warga sekitar TKP,” ungkapnya, Sabtu (15/5/2021).

Masih kata Kapolsek, KA Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Jogjakarta berjalan dari arah Surabaya menuju Stasiun KA Mojokerto. Di lokasi kejadian, tepatnya di KM ± 34 Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupate Mojokerto menabrak seorang laki-laki.

“Setelah di cek ke lokasi, ternytaa benar korban meninggal tertabrak KA Sri Tanjung yang melintas dari arah Tarik ke Mojokerto. Korban meninggal dengan luka di bagian kepala dan pergelangan kaki. Korban merupakan warga Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Dari keterangan pihak keluarga, lanjut Kapolsek, korban memang mempunyai penyakit depresi dan menjalani pengobatannya ke rumah sakit. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pemeriksaan yang dilakukan tim medis Puskesmas Mojoayar, korban murni tertabrak KA Sri Tanjung. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar