Peristiwa

Didesak Warga, Pengembang Perum Griya Sumput Serahkan Fasum dan Fasos

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga yang bermukim di Perumahan Griya Sumput Asri Driyorejo, Gresik merasa lega. Sebab, permasalahan antara warga dan pihak pengembang berkaitan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) di wilayah perumahan tersebut hingga mendapat perhatian serius dari Pemkab Gresik.

Permasalahan bermula saat warga setempat merasa bahwa pihak pengembang tidak pernah melakukan pemeliharaan dan pengembangan terhadap fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada.

Warga setempat pernah mempertanyakan sikap pengembang yang dirasa acuh tersebut dengan mendatangi kantor pengembang Perum Griya Sumput. Namun, upaya warga itu tidak dihiraukan oleh pihak pengembang.

“Pemeliharaan seharusnya menjadi kewajiban pihak pengembang. Tapi, pihak pengembang sepertinya mengabaikan hal itu,” ujar Arief (44) salah seorang warga setempat, Kamis (27/08/2020).

Sebelum difasilitasi pemkab, beredar rumor bahwa warga Perumahan Griya Sumput berencana melakukan aksi unjuk rasa jika masih belum ada respon.

Mendengar informasi itu, Pemkab Gresik segera bertindak melakukan upaya responsif dan meredam rencana warga. Pemkab menerjunkan tim verifikasi guna menindaklanjuti permasalahan.

Tim melakukan verifikasi itu mengkaji secara admistratif data fasum-fasos di perumahan tersebut. Kemudian dari hasil verifikasi tersebut, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Gresik guna dilakukan pemutakhiran data.

Setelah itu, tim berkoordinasi dengan Bagian Hukum untuk menghasilkan produk hukum berupa surat perjanjian penyerahan aset dari pihak pengembang kepada Pemkab Gresik.

Hal ini karena selama ini belum ada penyerahan aset dari pengembang ke Pemkab Gresik maka Pemkab tidak boleh melakukan pemeliharaan dan pembangunan Fasum dan Fasos berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 9 tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah. Serta Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pemyerahan dan Pengelolaan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman.

Hingga akhirnya pada tanggal 19 Agustus 2020, telah disepakati penyerahan aset berupa Fasum-Fasos dari pihak pengembang kepada Pemkab Gresik yang ditandatangani langsung oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama Tri Harsono selaku pihak pengembang.

Sementara itu, salinan dari surat perjanjian yang sudah ditandatangi oleh pihak pemerintah daerah dan pihak pengembang juga diserahkan kepada Pemerintah Desa.

Wakil Bupati Gresik (Wabup) Gresik M.Qosim menyerahkan salinan surat perjanjian kepada Kepala Desa Sumput, Sutaji dengan disaksikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Asluhul Alif, Sekretaris Komisi I DPRD Gresik, Kamjawiyono, Camat Driyorejo, Narto dan juga seluruh warga Perumahan Sumput Asri.

“Penyerahan fasum dan fasos kepada pemerintah daerah harus sesuai perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu harus melalui sejumlah prosedur dan mekanisme,” kata M.Qosim.

Usai dilakukan serah terima, warga juga diberi kewenangan untuk terlibat langsung dalam pembangunan dan pemeliharaan.

“Nantinya silakan warga untuk menyampaikan usulan pembangunan melalui musrenbang desa. Pemerintah desa sudah ada kewenangan untuk memfasilitasi usulan warga untuk pengembangan fasum-fasos,” tandas M.Qosim. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar