Peristiwa

Diberitakan Media, Exel ‘Bocah Pemulung’ Panen Bantuan

Kepala Dinsos PPA Ponorogo Supriyanto (baju batik) usai menemui Exel di kantornya.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kisah Exel Aditya Putra, bocah berumur 12 tahun yang rela mencari rosok untuk membelikan jajan kedua adiknya memantik kepedulian semua pihak untuk membantu. Warga maupun organisasi sosial tergerak untuk membantu keluarga Exel.

Tak terkecuali dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Ponorogo. Usai kisah Exxel menjadi pemberitaan di media massa, petugas dari Dinso PPA mendatangi rumah Exel di lingkungan Krajan Kelurahan Purbosuman Ponorogo.

”Hari ini Exel dan Suraji kakeknya ke kantor Dinsos PPA untuk assessment lanjutan,” kata Kepala Dinsos PPA Ponorogo Supriyanto, Jumat (10/1/2020) siang.

Dinsos PPA, kata Supri saat ini sedang mengurus administrasi kependudukan sang kakek. Pasalnya alamat domisili keluarga tersebut di Kelurahan Purbosuman, namun alamat KTPnya masih di Kelurahan Surodikraman.

”Kami akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk melakukan perpindahan dari Kelurahan Surodikraman ke Purbosuman,” kata mantan Kasatpol PP itu.

Dia menargetkan masalah dokumen administrasi kependudukan ini akan selesai pada Senin (13/1/2020) mendatang. Setelah dokumen tersebut beres, keluarga Exel yang berjumlah 6 orang, akan didaftarkan ke BPJS Kesehatan yang dibiayai Pemerintah. Sedangkan untuk bantuan lain, pihaknya masih akan berkoordinasi dengen Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Sedangkan biaya pendidikan sekolah untuk kakanya Exel, akan kami komunikasikan dengan Dinas Pendidikan tentang langkah terbaiknya seperti apa,” katanya.

Dengan bantuan-bantuan yang diberikan, kata Supri pihaknya berharap Exel tidak akan mencari rosok lagi. Selain membahayakan yang bersangkutan, anak-anak seperti Exel ini kewajibannya belajar. Untuk kebutuhan sehari-hari, bisa dicarikan bantuan dari lembaga yang selama ini dikelola.

Selain itu, pihak Dinsos PPA akan mendatangkan psikolog untuk melihat kondisi psikologis Exel, kakak dan kedua adiknya. Karena kisah Exel yang menjadi pemberitaan di berbagai media mungkin terganggu psikologisnya. Karena menurut laporan Kakak Exel tertekan dan merasa minder.

”Dari Pemerintah Pusat, banyak program yang bisa disalurkan untuk mengcover masalah-masalah seperti ini,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar