Peristiwa

Diberi Sanksi Tilang, Pemeran Video Viral Perempuan Seksi Mandi di Atas Motor Tak Penuhi Panggilan Satlantas

Mojokerto (beritajatim.com) – Satlantas Polres Mojokerto membenarkan, jika pihaknya memanggil dua pemeran video viral perempuan cantik dan seksi yang mandi di atas sepeda, IC dan AA. Pihaknya akan memberikan sanksi tilang, namun hingga Sabtu (14/12/2019) sore.

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Bobby Zulfikar mengatakan, pihaknya sudah memanggil, IC dan AA untuk diminta klarifikasi pada, Jumat (13/12/2019) sore. “Dari klarifikasi keduanya, mereka mengaku membuat video tersebut untuk mencari sensasi saja,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, pihaknya memanggil ulang IC dan AA menyusul pernyataan yang diunggah IC di insta story (Instagram) miliknya. Dalam video tersebut, penyanyi dangdut ini terkesan membela diri dari kesalahan yang dia perbuat.

“Kami awalnya ingin memberi sanksi sosial saja. Ramai-ramai akhirnya menjadi tidak bagus. Kalau dia merasa tidak bersalah ya oke, tapi tidak usah dibegitukan (membuat pernyataan di insta story). Akhirnya masyarakat berfikir melakukan tindakan seperti itu tidak disanksi oleh pihak kepolisian. Berarti polisi tebang pilih,” katanya.

Kasat menambahkan, selain mengklarifikasi pernyataan IC di insta story, pemanggilan keduanya untuk diberi sanksi tilang. Karena telah melanggar Pasal 288 ayat (2) dan Pasal 291 ayat (1) UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni sanksi denda maksimal Rp250 ribu.

“Terlihat jelas mereka berkendara tanpa memakai helm. Selain itu, ulah mereka juga membahayakan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Ini untuk memberikan efek jera kepada mereka karena ulah mereka sangat membahayakan pengguna jalan lainnya. Dia juga kurang konsentrasi saat berkendara karena mengedepankan kontennya dia,” jelasnya.

Video yang lagi viral di Mojokerto. [Foto: istimewa]
Pihaknya juga meminta keduanya datang membawa sepeda motor Honda Scoopy Nopol S 3354 QQ yang digunakan dalam aksi mandi di atas sepeda motor. Pihaknya juga meminta agar mereka membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Kami minta yang bersangkutan untuk bawa motor dan STNK-nya. Kalau tidak ada STNK, kami sita kendaraannya. Kami perlakukan sama dengan pelanggar lalu lintas lainnya,” tegasnya.

Namun, hingga pukul 16.00 WIB, keduanya tidak memenuhi panggilan pihak kepolisian datang ke kantor Satlantas Polres Mojokerto untuk dimintai klarifikasinya. Belum ada keterangan resmi dari keduanya terkait hal tersebut.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar