Peristiwa

Di Balik Dapur Umum Korban Gempa Malang, Masak Ribuan Nasi Bungkus Tiap Hari

Malang (beritajatim.com) – Kerja keras seluruh elemen di Kabupaten Malang untuk segera memulihkan kondisi pasca gempa, terus dilakukan. Salah satunya, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang.

Untuk memenuhi gizi dan makanan bagi masyarakat terdampak gempa bumi, Tagana Kabupaten Malang harus memasak ribuan nasi bungkus setiap harinya.

Koordinator Tagana Kabupaten Malang, Fakhrurozi, mengatakan, ada 2 titik dapur umum di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Titik dapur umum pertama berada di Balai Desa Sumbertangkil dan kantor Kecamatan Tirtoyudo.

“Kami saat ini berada di posko dapur umum yang ada di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dalam sehari ini, kami sudah siapkan Nasi Bungkus 1400 sampai 1600 nasi bungkus. Jumlah itu masih harus ditambah untuk kebutuhan makan siap relawan yang bertugas dilapangan selama pemulihan pasca gempa berlangsung,” ungkap Fatkhurozi, Selasa (13/4/2021) malam ini.

Selain di Balai Desa Sumbertangkil, Dapur Umum Tagana juga berada di kantor Kecamatan Tirtoyudo. “Khusus di kantor kecamatan Tiryoyudo kami siapkan 1000 nasi bungkus. Seluruh bantuan makanan itu dimasak sebanyak dua kali. Karena ini bukan puasa, kita masak untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa. Satu dapur umum, beranggotakan 20 personel Tagana,” bebernya.

Fatkhurozi menambahkan, selama bencana gempa, Tagana Kabupaten Malang membuka dapur umum di sejumlah titik. Titik pertama di Balai Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo. Kedua di kantor Kecamatan Tirtoyudo. Ketiga di wilayah Turen dan keempat di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. “Khusus Turen dan Dampit kami siapkan 600 dan 400 nasi bungkus. Yang banyak untuk daerah Tirtoyudo. Ada 12 desa terdampak semua. Jadi begitu nasi sudah siap, petugas dari desa tinggal mengambil ke dapur umur,” ujarnya.

Masih kata Fatkhurozi, khusus di Ampelgading, saat ini sudah di handel oleh kawan kawan dari Bekang. “Hari pertama kami memang buka dapur umum di Ampelgading. Kita buat 2000 nasi bungkus saat itu. Tapi karena lokasi terdampak di Tirtoyudo cukup parah, kita geser. Sementara di Ampelgading tetap membuka dapur umum dan di handel oleh Bekang,” pungkasnya.

Satu kali masak, lanjut Fatkhurozi, dapur umum Tagana Kabupaten Malang menghabiskan 1 kwintal beras. “Kalau bahan bakunya cukup. Kita juga dibantu kawan kawan Tagana dari Batu, mereka kirim sayuran segar juga untuk kita olah,” tegasnya. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar