Peristiwa

Dewan Pers Temui BNSP, Jajaki Pengembangan Sistem Kompetensi Nasional Bidang Pers

Ketua Dewan Pers, Prof Dr M Nuh

Jakarta (beritajatim.com) – Dewan Pers melakukan pertemuan dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam pertemuan tersebut menjajaki pengembangan sistem kompetensi nasional terutama di bidang pers. Terkait hal tersebut, kedua lembaga ini tetap merujuk kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Jadi kita melihat bagaimana Undang-Undang pers dan Undang-Undang BNSP yang mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai dasar pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi,” kata Ketua BNSP Kunjung Masehat saat pertemuan antara BNSP dan Dewan Pers di kantor BNSP, jalan MT Harryono, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Dia menambahkan, pihaknya sebagai lembaga yang diberikan otoritas oleh pemerintah akan patuh dengan segala ketentuan berlaku, sekaligus berkordinasi dengan semua sektor.

“BNSP dan Dewan Pers melakukan harmonisasi untuk mencari jalan terbaik bagi kompetensi sumber daya manusia seluruh Indonesia terutama dibidang pers,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menegaskan bahwa Dewan Pers adalah satu-satunya lembaga yang menangani urusan pers sebagaimana diatur Undang-Undang Pers tahun 1999.

“Oleh karena itu kami sudah membangun common sense lebih detail untuk urusan pelatihan peningkatan kualitas SDM di bidang pers yang itu nanti payung besarnya di Dewan Pers,” kata Nuh.

Nuh menyebut, baik BNSP dan Dewan Pers memiliki tugas masing-masing untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. BNSP punya tugas untuk meningkatkan kompetensi seluruh profesi di Indonesia, dan Dewan Pers pun juga punya tugas meningkatkan profesionalisme, kompetensi dari jurnalis yang tetap dipayungi oleh Undang-Undang.

“Oleh karena itu, kami bersama-sama akan mengembangkan sistem pelatihan uji kompetensi yang dilindungi peraturan,” kata Nuh. [hen/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar