Peristiwa

Desak Penutupan Tambak Udang Tak Berizin, Puluhan Warga Luruk Kecamatan

Tuban (beritajatim.com) – Puluhan warga yang berasal dari Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban mendatangi kantor kecamatan setempat, Kamis (2/7/2020). Mereka kesal dengan menjamurnya tambak udang menggunakan air asin yang diduga tak berizin di desa tersebut.

Puluhan orang itu membawa sejumlah tulisan yang menentang keberadaan pengusaha tambak udang beroperasi di Desa Cempokorejo. Mereka langsung membentangkan spanduk berisi untutan. Warga ingin mendapat kepastian dari pejabat pemerintah kabupaten soal penyebab berubahnya sumber mata air di desanya.

Menurut mereka, selama ini sumber mata air berubah menjadi payau. “Sebenarkan yang kita harapkan adalah jawaban dari pemkab atas keluhan warga. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Kita seperti dipingpong,” terang Didik, salah satu perwakilan warga.

Didik menduga, banyaknya tambak Udang di desa tersebut menjadi penyebab berubahnya air sumur menjadi asin. Masalah tersebut sudah lama menjadi polemik. Bahkan dari hasil kesepakatan mediasi di kantor desa, tambak yang tidak berizin itu diberi kesempatan sampai 1 Juli 2020 untuk melengkapi berkas perizinan.

“Warga ini sudah bersabar selama empat bulan. Kesepakatannya, jika pengusaha tambak tidak bisa membuktikan proses perizinan secara lengkap, serta kajian bahwa kegiatan sumur bor untuk aktivitas tambak itu tidak memengaruhi sumber mata air di desa setempat, maka aktivitas para pengusaha tambak wajib ditutup,” tambahnya.

Sejumlah perwakilan yang meluruk kantor kecamatan tersebut ditemui Camat Palang bersama Kapolsek, Danramil, serta perwakilan dari Dinas Perizinan Pemkab Tuban. Dari hasil pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu akhirnya disepakati bahwa tambak udang yang tidak berizin akan ditutup melalui pihak desa.

“Sesuai ketentuan perundang-undangan, yang tidak punya izin, sementara kita nonaktifkan. Yang punya izin, bisa lanjut,” terang Camat Palang, saat menjelaskan hasil pertemuan itu kepada warga.

Setelah adanya kesepatan, puluhan warga langsung membubarkan diri dengan tertib. Mereka akan menunggu realisasi pelaksanaan penutupan aktivitas tambak udang tanpa izin itu. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar