Peristiwa

Desainer Kondang Diperiksa Polda Jatim Terkait Investasi Memiles, Ini Kata Pengacaranya

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik Indagsi Kriminal Khusus Polda Jatim memeriksa Adjie Notonegoro, perancang busana ternama di Indonesia ini diperiksa sebagai saksi terkait kasus MeMiles.

Adjie mendatangi gedung Mapolda Jatim tak sendiri, dia didampingi kuasa hukumnya Robert Simanungsong. Kepada awak media, Robert Simanungsong mengatakan, kliennya diperiksa sebagai saksi dalam kasus investasi bodong oleh PT Kam And Kam. Pihaknya mengakui, Adjie sempat top up hingga Rp 150 juta di MeMiles, sebagaimana member yang lain.

” Klien kami tidak cukup sekali melakukan top up, melainkan beberapa kali hingga nilai investasi yang dikirim mencapai angka Rp 150 juta,” ujarnya.

Robert mengungkapkan alasan dibalik ketertarikan Adjie berinvestasi melalui aplikasi MeMiles, lantaran kliennya diajak oleh seorang teman dan dijanjikan akan mendapat reward berupa emas seberat tujuh kilogram.

Kendati sempat top up hingga ratusan juta rupiah, Robert menyebut, kliennya tidak menerima sepeser pun reward seperti yang dijanjikan. Hingga Robert menyimpulkan jika Adjie merupakan korban dari kejahatan ini.

Mengenai siapa sosok yang mengajak Adjie, Robert enggan menyebutkannya. Karena itu sudah disampaikan kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim, “Seputar itulah pertanyaannya tadi,” singkatnya.

Robert mengatakan, Adjie sebenarnya tidak begitu mengerti soal model investasi secara online yang ditawarkan, hingga menyebabkan kliennya terseret dalam kasus ini. Apa yang dilakukan Adjie, kata Robert, tak lain hanyalah iseng semata.

“Kok teman saya top up ini, ah kok begini, pengen ah, begitu lho,” katanya.

Adjie Notonegoro menambahkan, dirinya sudah empat bulan ini tergabung menjadi member MeMiles. Meski selama itu, ia mengaku tak begitu aktif mengikuti setiap kegiatan yang digelar PT Kam And Kam bersama para member yang lain.

Pada kesempatan itu, Adjie juga mengaku salah langkah. Yakni terlalu mementingkan urusan duniawi hingga lupa ada akibat besar di balik itu semua.

“Nafsu duniawi saya besar, yang seharusnya itu tidak boleh,” tutupnya.

Untuk diketahui, Polda Jatim membongkar kasus penipuan berkedok investasi secara online, yang dilakukan PT Kam And Kam melalui aplikasi MeMiles. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar