Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Derita Glaukoma Akut, Pemuda Magetan Ini Ingin Al Quran Bersuara

Aswindar (22) penderita glaukoma warga KPR Terung, Selosari, Magetan, Jawa Timur saat ditemui di kediamannya, Rabu (9/2/2022) (foto: Tangkapan layar postingan di twitter akun Mamba)

Magetan (beritajatim.com) – Dunia warna-warni Aswindar sudah meredup dan tertutup sejak empat tahun silam. Penyakit glaukoma yang dia derita mendera sejak sang ayah meninggal dunia. Hingga kini dia tak bisa melihat sama sekali. Dia yang kala itu lulus sekolah menengah atas tak bisa bekerja apalagi melanjutkan pendidikan.

Dia semakin menderita karena sang kakak tak pernah pulang dari rumah semenjak dia sakit parah. Bahkan, kakaknya pulang ke rumah hanya untuk menjual perabotan rumah. Sang ibu yang juga telah tiada membuatnya tak memiliki siapa-siapa yang bisa merawat.

Beruntung, dia masih memiliki tetangga yang perhatian, juga teman sekolah yang tak lupa pada dirinya. Salah satunya Taufiqur Riyanto. Dia bahkan menuliskan sekelumit cerita tentang Aswindar di akun twitter pribadinya.

Dia menulis bagaimana Aswindar menjalani kehidupannya saat dia menderita glaukoma yang gak hanya berdampak secara psikis tapi juga secara batin. Dia lantas menuliskan betapa Aswindar menginginkan Al Quran yang memiliki audio untuk mengaji. Namun, karena Taufiq juga masih kuliah, dia belum memiliki penghasilan sendiri untuk mencoba membantu sahabatnya itu.

“Saya dan teman-teman lainnya belum memiliki penghasilan sendiri. Kami hanya bisa bantu sembako untuk keperluan sehari-hari. Kami kasihan pada Aswindar karena jika kami menjalani perkuliahan, dia pasti sendirian dan jarang sekali ada teman ngobrol,” kata Taufiq.

Taufiq pun hanya berharap kalau sahabat karibnya itu segera bisa mendapatkan pengobatan. Berikut bantuan untuk mengakses fasilitas kesehatan. “Sementara kami tetap memantau kondisinya. Rekan-rekan yang pulang ke kampung halaman juga kami minta untuk mendatangi rumah Aswindar,” kata Taufiq. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar