Peristiwa

Depresi Tak Dapat Kerja, Fuad Nekat Nyemplung Bengawan Solo

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo (Kiri) didampingi Wakapolsek Manyar Ipda Yasin (Kanan) saat meninjau jembatan Sembayat

Gresik (beritajatim.com) – Teka-teki siapa pengendara motor Honda Revo hitam nopol W 6853 MH yang ditinggal di tengah Jembatan Sembayat, terjawab sudah. Ternyata korban tersebut bernama Muhammad Fuad Thoifi Ihsan (22) warga Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Gresik.

Fuad nama panggilannya, nekat nyemplung alias menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo saat melintas di Jembatan Sembayat. Motif korban terjun bebas ke sungai terpanjang di Pulau Jawa itu karena stres tidak mendapat pekerjaan.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, setelah dilakukan penyelidikan pemilik motor yang ditinggal di tengah Jembatan Sembayat dengan kondisi mesin masih hidup. Ada dua orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Setelah ditelusuri, pemilik motor W 6853 MH atas nama Zaenuri sebagai orang tua korban.

“Dari keterangan orang tua korban ternyata korban ada masalah karena ingin segera mendapatkan pekerjaan. Bahkan, karena keinginan korban tersebut. Zaenuri orang tua korban ingin mengundurkan diri, atau pensiun diri,” tuturnya kepada beritajatim.com, Minggu (12/01/2020).

Masih menurut Kusworo Wibowo, karena korban tidak sabar. Akhirnya, mengambil jalan pintas pergi tanpa pamit mengendarai motor lalu tanpa menunggu waktu lama. Korban tiba-tiba menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo sewaktu melintas di Jembatan Sembayat.

“Terkait dengan kasus ini kami sudah memerintahkan jajaran Polsek Manyar bersama BPDG Gresik, mendirikan posko pencarian di sekitar Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.

Rencananya, lanjut dia, tim dari Satpolair Polres Gresik bersama BPBD mulai melakukan pencarian korban dengan cara melakukan penyisiran.

“Pencariannya baru dilakukan besok. Sebab, saat ini kondisinya sudah malam,” tandas Kusworo Wibowo. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar