Peristiwa

Depresi dan Di-PHK, Warga Duduksampeyan Gresik Nekad Gantung Diri

Gresik (beritajatim.com)- Jalan pintas yang dilakukan oleh M.Djupri yang nekad melakukan gantung diri layak tidak ditiru. Warga Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik itu, mengakhiri hidupnya diduga akibat depresi dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kapolsek Duduksampeyan, AKP Nur Sugeng Ari Putra menuturkan, jasad korban ditemukan sudah tak bernyawa pertama kali oleh keponakan korban Muhammad Ridwan (36).

“Saat ditemukan jasad korban sudah menggantung di seutas tali tampar yang
terikat pada kayu usuk di ruangan dapur,” tuturnya, Selasa (9/03/2021).

Dari hasil olah di tempat kejadian perkara (TKP). Korban sebelum bunuh diri, mengikat tali tampar di usuk kayu. Selanjutnya, sambil menaiki kursi. Korban kemudian menendang kursi tersebut dengan kaki lalu lehernya tergantung hingga tak bernyawa.

“Dalam kejadian ini kami juga mengamankan tali tampar, sebuah kursi plastik yang diduga dipakai untuk pijakan,” imbuh Sugeng.

Ia menambahkan, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Jasad korban kemudian dikebumikan di pemakaman desa setempat. Dari hasil visum luar, memang tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Keterangan beberapa saksi, korban diduga depresi atau stress setelah diPHK dari tempat kerjanya sekitar satu tahun lalu,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri hidupnya, beberapa saksi juga mengatakan saat di PHK korban kerap kali melamun, dan linglung. Korban juga setiap hari susah tidur sebelum ditemukan gantung diri. (dny/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar