Peristiwa

Dengar Suara ‘Gaib’, Alasan Tetangga Sabet Juragan Rongsokan di Mojokerto Hingga Tewas

Pelaku penganiayaan berujung pembunuhan, Hari Mulyono (49) diamankan di Polsek Jetis. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi penganiayaan berujung tewasnya juragan rongsokan (barang bekas), Sutiman (60) warga Dusun Sidoduwe, Desa Sidorejo RT 1 RW 1 Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto terjadi lantaran pelaku mendengar suara gaib. Pelaku, Hari Mulyono (49) mendengar, korban akan melakukan hal yang tidak baik.

Pelaku, Hari Mulyono (49) mengatakan, ia mendengar jika korban akan melakukan hal buruk terhadap anaknya sehingga memantik emosi pelaku. “Kulo ten griyo kiyambekan, terus wonten suara kulo padosi ten embong. Anak mu tak encuk, ngoten. (Saya di rumah sendirian, terus ada suara saya cari di jalan. Anak mu tak ajak berhubungan badan, gitu),” ucapnya, Rabu (2/9/2020).

Menurut bapak dua anak yang sedang pisah ranjang ini, suara tersebut mirip suara korban, Satiman (60) tersebut cukup kencang. Sehingga ia mencari keberadaan korban dan saat melihat korban di jalan, ia kemudian melakukan penghadangan. Korban kemudian terjatuh saat hendak menghindari pelaku.

“Tibo dewe, miring ngeten terus kulo bacok. Mboten semerap ping pinten, nggih bolak-balik. Wong kulo balik-balik mendet arit. Kulo menyesal, kulo minta maaf. (Jatuh sendiri, miring begini terus saya bacok. Tidak tahu berapa kali, ya bolak-balik. Saya ambil bolak-balik sabit. Saya menyesal, saya minta maaf),” ujarnya.

Senjata tajam jenis sabit yang digunakan pelaku menganiaya korban yang berujung pembunuhan. [Foto: misti/bj.com]
Sementara itu, Kapolsek Jetis, Kompol Suhariyono mengatakan, dari pengakuan pelaku jika sebelum kejadian pelaku mendengar bahwa korban mengatakan hal yang tidak bagus yang tidak boleh dilakukan. “Sehingga saat korban lewat dihadang pelaku dan dianiaya yakni dengan cara dibacok dengan menggunakan sabit,” ungkapnya.

Apakah suara gaib tersebut sebagai halusinasi pelaku? Pihak kepolisian, lanjut Kapolsek masih akan mendalami dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari pengakuan pelaku, jika suara tersebut cukup keras dan banyak warga yang mendengar.

“(Halusinasi) Terkait itu akan didalami, saksi-saksi di TKP apa ada yang mendengar apa tidak. Pelaku mengatakan suara itu terdengar keras, namun informasi saksi belum ada yang mendengar. Sehingga kita pastikan pemeriksaan saksi-saksi di TKP kebenaran atas suara itu,” katanya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar