Peristiwa

Dendam Kusumat, Pasutri di Kediri Dicacah Parang

Kediri (beritajatim.com) – Sepasang suami istri menjadi korban penganiayaan berat. Mereka Tri Winarti (35) dan suaminya Didik Suharfandi (40) warga Kelurahan Singonegaran gang Krapyak RT 36/ RW 7 Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Pelaku adalah Ketut Winarno (43) tukang batako, almt Kelurahan Singonegaran. Pelaku langsung diamankan polisi bersama barang bukti sebilah parang dengan panjang kurang lebih 60 centimeter.

Kejadian berawal saat Didik berada di depan teras rumah Tari. Korban akan berangkat kerja. Kemudian, tiba tiba di datangi oleh pelaku dan langsung ditodong dengan menggunkan parang.

Sejurus kemudian tiba tiba pelaku langsung menyerang dengan menggunkan parang ke arah tubuh korban hingga beberapa kali.

Lalu, saat istrinya Wiwik melihat suaminya dibacok, dia berusaha melindungi tubuh korban. Akibatnya Wiwik terkena sabetan parang pelaku.

Karena pelaku terus menyerang Didik, akhirnya korban berusaha lari. Namun, pelaku tetap mengejarnya. Akhirnya pelaku berhasil diamankan oleh warga. Lalu pelaku diserahkan ke kantor polisi.

“Untuk motif sementara ada rasa dendam dengan kedua korban karena sebelumnya pernah mempunyai permasalahan pribadi,” kata Kasubbag Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi.

Pelaku saat ini berada di dalam sel tahanan Polsek Pesantren. Pelaku terancam pasal 354 subsider pasal 351 (2) KUHP tentang penganiayaan berat. Sedangkan kedua korban dalam perawatan intensif RS Bhayangkara Kediri. [nng/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar