Peristiwa

Demo Tolak Kenaikan Tarif BPJS di Sampang Ricuh

Kericuhan di halaman gedung DPRD Sampang antara mahasiswa dengan polisi saat terjadinya aksi demo menolak kenaikan tarif BPJS, Kamis (5/9/2019).

Sampang (beritajatim.com) – Aksi demonstrasi menolak kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Sampang, berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi saat mahasiswa meminta para anggota DPRD setempat seluruhnya menemui pendemo. Namun, permintaan tersebut tidak digubris dan memicu mahasiswa memaksa menerobos barisan pengamanan untuk masuk ke gedung dewan. “Kami hanya ingin DPRD tegas menyikapi kenaikan BPJS yang direncakan oleh pemerintah. Dimana kenaikan itu dari Rp 16.500 hingga Rp 40.000,” kata Syaiful Rahman korlap aksi, Kamis (5/9/2019).

Sementara itu aksi mulai mereda saat, Alan Kaisan Anggota DPRD Sampang, menyatakan mendukung dan sepakat dengan tuntutan pendemo. “Kenaikan tarif BPJS, kami selaku anggota dewan juga keberatan karena banyak masyarakat yang mayoritas tidak mampu untuk membayar dan malah dinaikan,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan gedung dewan, massa berjanji akan melakukan aski susulan jika tuntutanya tidak perhatikan oleh pemerintah apalagi rencana untuk menaikan tarif BPJS tersebut diberlakukan.[sar/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar