Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Demo Tolak Jokowi 3 Periode, Ponsel Mahasiswa Kediri Diretas

Kediri (beritajatim.com) – Demonstrasi mahasiswa 11 April untuk menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode
juga diikuti puluhan mahasiswa di Kota Kediri. Para aktivis mahasiswa mengepung gedung DPRD Kota Kediri untuk menyuarakan delapan tuntutan kepada pemerintah.

Dengan membentangkan poster berisi berbagai tuntutan puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri berunjuk rasa di depan gedung DRPD Kota Kediri. Dalam orasinya mahasiswa menyampaikan delapan tuntutannya.

Korlap aksi M. Riski Fadilan mengatakan, tuntutan pertama, mendesak pemerintah segera menstabilkan harga minyak goreng. Menuntut untuk mensubsidi minyak goreng serta melakukan pendistribusian yang tepat untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kedua, menuntut pemerintah mengusut praktik penimbunan dan penyelendupan minyak goreng serta menindak sampai jera pelaku yang bermain dalam pengendalian stok minyak Nasional.

Ketiga, mengutuk keras atas wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan tiga periode dengan krisis ekonomi dan negara yang carut marut. Mereka menuntut untuk mengkaji ulang kenaikan harga BBM non subsidi jenis pertamax serta menolak rencana kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram.

Kelima, menuntut pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok. Keenam menuntut keras penundaan mega proyek ikn yang dinilau belum diperlukan mengingat masih banyak pekerjaan rumah pemerintah saat ini, serta perlu adanya pengkajian ulang undang-undang IKN termasuk pada pasal bermasalah dan dampak aspek yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, ekonomi, sosial, ekologi, politik serta kebencanaan.

Tujuh, menuntut pemerintah untuk fokus pada persoalan-persoalan bersama seperti pemulihan ekonomi pasca pandemi, perbaikan pelayanan publik serta yang menjadi faktor-faktor kesehjateraan masyarakat Indonesia.

Terakhir memulihkan hak-hak masyarakat dengan mengakui dan melindungi wilayah kelola rakyat sebagaimana yang telah dimandatkan dalam konstitusi republik indonesia.

Diduga berkaitan dengan gerakan aksi mahasiswa 11 April 2022, ponsel milik sejumlah korlap aksi mengalami peretasan. Ada permintaan login ulang ke nomor HP/whatsapp mereka secara tiba-tiba. “Ini baru saja, ada upaya peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Itu tindakan yang saya kecam,” kata Chanifan, Danlap Aksi mahasiswa.

Peretasan ponsel milik Chanifan terjadi hari ini. Dia mengaku, tiba-tiba mendapatkan notifikasi dari perangkat lain yang sedang berusaha login di HP nya. Sehingga perlu adanya konfirmasi dadinya. Menurutnya, upaya pembajakan ponsel miliknya tersebut menjadi bukti masih terjadinya krisis demokrasi di Indonesia.

“Kami melakukan verifikasi kode. Yang sudah kami lakukan verifikasi dua nomor. Sehingga, jjka ada upaya peretasan login yang perlu adanya konfirmasi, maka tahu. Saya mengecam adanya upaya – upaya peretasan ini,” kecamnya.

Selain Chanifan, ada sejumlah pentolan massa aksi juga mengalami hal serupa. Seperti, Koordinator Lapangan dan Presiden Mahasiswa. Mereka menduga, aksi pembajakan ponsel tersebut berkaitan dengan gerakan aksi mahasiswa mensikapi isu-isu terkini hari ini.

Terkait upaya peretasan ponsel milik sejumlah pentolan mahasiswa ini, Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik mengaku, hingga kini pihaknya belum menerima laporan.

“Tidak ada peretasan ponsel di Kediri. Itu terjadi di Jakarta sana. Kami pastikan, unjuk rasa di Kediri berjalan aman dan tertib. Mahasiswa seperti anak-anak dan adik kami sendiri. Kami kawal mulai dari awal, hingga selesai unjuk rasa. Dan mereka menyampaikan terima kasih kepada polisi,” ungkap Kompol Abraham.

Sementara itu, untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa, Polres Kediri Kota mengerahkan 410 personilnya. Polisi memastikan demonstrasi berlangsung aman dan arus lalu lintas lancar. [nm/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar