Peristiwa

Demo Tolak ‘Jember Empire’, Ratusan Warga Bawa Patung Berwajah Bupati

Jember (beritajatim.com) – Unjuk rasa warga kembali terjadi di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020). Mereka mengkritisi kepemimpinan Bupati Faida.

Jumlah massa lebih banyak daripada demo sebelumnya. “Kami perkirakan jumlah massa mencapai 250 orang,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal di lokasi demo.

Massa tak hanya membawa spanduk atai banner protes yang menolak model pemerintahan kerajaan di Jember. Mereka juga membawa patung berwajah Bupati Faida dengan seragam krem dan selempang bertuliskan ‘Jember Empire’.

Kali ini aksi juga diikuti tokoh ulama seperti KH Syaiful Rijal, keponakan almarhum Rois Aam PBNU KH Achmad Shiddiq; Gus Baiqun; dan Ra Farid. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan istigosah.

Aksi unjuk rasa ini bertepatan dengan kegiatan pemerintah daerah di aula pendapa. Praktis aksi mereka menjadi tontonan warga dan sebagian peserta acara.

Dalam aksi ini, seorang guru tidak tetap bernama Nur Fadli berorasi mengecam kebijakan penataan guru dan pegawai tidak tetap sektor pendidikan oleh Pemkab Jember. “Saya tidak takut (karir sebagai guru akan terancam),” katanya.

Sementara itu, Kustiono Musri, koordinator aksi menegaskan, Bupati Faida tidak bisa dipertahankan. “Pola kerajaan yang dilakukan Bupati Faida adalah bentuk pengingkaran konstitusi,” katanya. Salah satu contohnya adalah tidak dilaksanakannya perintah Mendagri soal pencabutan peraturan bupati soal kedudukan susunan organisasi dan tata kerja dan belasan surat keputusan mutasi jabatan.

Namun Kustiono menyadari bahwa massa tak akan melengserkan bupati. “Yang bisa melalui jalur politik seperti hak menyatakan pendapat DPRD,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung damai. Ada 400 orang personel kepolisian yang berjaga mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar