Peristiwa

Demo, Ratusan Truk Material Tutup Kantor Bupati Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan Truk yang tergabung dalam Asosiasi Armada Material Banyuwangi (AAMBI) parkir di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Pemerintah Banyuwangi. Aksi truk tersebut sontak menutup jalan raya dari dua arah.

Aksi mereka merupakan solidaritas sesama pemilik armada material. Hal itu disebabkan lantaran adanya sejumlah pemilik dan armada dump truck yang diamankan oleh Polisi.

Mereka ditangkap lantaran diduga mengangkut hasil galian C tak berizin. Mereka meminta agar sejumlah pemilik dan armada dikeluarkan.

Pasalnya, mereka beranggapan tak menyalahi aturan. “Katanya tambang itu berizin, kan kami ini tidak salah. Harusnya kalau mau ditangkap ya pemilik tambangnya, masak sopir dan armadanya?,” kata Kordinatir Lapangan Aksi, Surdiyono, Senin (4/2/2019).

Menurut Surdiyono, kedatangannya ke Kantor Pemda Banyuwangi agar mendapat keadilan. “Ini kita ke sini, kan bermaksud mengadu ke Bapak kami. Kita itu sudah melalui jalur hukum dan menghormati hukum yang berlaku. Kemarin sudah kita ajukan pinjam pakai. Ada 5 armada yang dibawa, kemudian 4 armada sudah keluar, tinggal 1 armada sekarang dibawa ke Kejaksaan,” katanya.

Sejumlah perwakilan aksi telah diterima oleh Pemerintah Banyuwangi melalui Dinas Lingkungan Hidup di Ruang Rapat Minak Jinggo. Akan tetapi, pertemuan terjadi deadlock lantaran instansi lainnya tidak ada di tempat.

“Perwakilan pemerintah sudah ada, tapi dari Kepolisian dan dari Kejaksaan sebagai pengambil keputusan tidak datang,” pungkasnya.

Sejauh ini, ratusan dump truck masih terparkir rapi di depan Pemda Banyuwangi hingga depan Kecamatan Banyuwangi. Jumlahnya, sekitar 300 armada menutup rapat dua arah jalan. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar