Peristiwa

Demo Polres Sampang, GMNI Bawa Replika Kuburan

Aksi GMNI di depan Polres Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Dengan membawa replika kuburan bertuliskan ‘Polres Buta dan Tuli’, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sampang, melakukan demonstrasi dan pemblokiran jalan raya.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja Polres Sampang yang mengabaikan Mklumat Kapolri tentang protokol pencegahan Corona Virus Desease (Covid-19). “Bunga mawar hitam dan replika kuburan ini sebagai simbol jika polisi buta dan tuli, karena membiarkan beberapa kegiatan kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19,” kata Sekretaris GMNI Cabang Sampang, Mauzul Maulana.

Tak lama berorasi di depan Mako Polres Sampang, aksi GMNI ini mendapat tangapan dari Waka Kompol Mukhamad Lutfi. Dia menyampaikan, aspirasi para mahasiswa akan ditindaklanjuti. “Kami bersama pemerintah daerah dan instansi lain akan berkoordinasi untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, karena penaganan Covid-19 menjadi tangunggjawab kita bersama,” tandasnya.

Mendapat tangapan dari jajaran kepolisian, para pendemo membubarkan diri. Mereka meninggalkan Polres Sampang dengan tertib. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar