Peristiwa

Demo Pamekasan ‘Dimanfaatkan’ Warga Promosikan Properti

Salah satu warga mengikuti aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Pamekasan, dengan mempromosikan properti berupa harga rumah. [Foto: Samsul Arifin / beritajatim.com]

Pamekasan (beritajatim.com) – Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Jum’at (27/9/2019). ‘Dimanfaatkan’ oleh salah satu warga untuk mempromosikan properti.

Hal itu terlihat saat aksi menolak Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP), yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Bahkan tidak jarang, warga yang membentangkan poster bertulis ‘Butuh Rumah Murah, Harga Nego’ dan dilengkapi nomor handphone (hp) menjadi incaraan beberapa awak media, termasuk mahasiswa peserta aksi untuk diabadikan.

Selain poster, lelaki paruh baya tersebut juga membawa ‘banner kardus’ yang dipajang di bagian belakang badannya dengan tulisan berisi sentilan terhadap kebijakan pemerintah. Kurang lebih tulisan ‘Tidak Ada Nego untuk Korupsi, Harga Rumah Bisa Nego’.

Untuk diketahui, aksi tersebut diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Pamekasan. Sebagian besar di antaranya merupakan mahasiswa dari Universitas Madura (UNIRA) yang dilengkapi dengan bendera dari masing-masing BEM Fakultas.

Selain itu juga terdapat mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, yang juga tampak bergabung bersama ribuan massa di sepanjang Jl Kabupaten. Perwakilan mahasiswa dari Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, dan sejumlah mahasiswa dari kampus lainnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar