Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Demo di Pelabuhan Banyuwangi, Truk Logistik Harus Dipotong

Banyuwangi (beritajatim.com) – Demo ratusan sopir truk di depan Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang, Banyuwangi masih berlangsung. Mereka bertahan karena tuntutan pencabutan mengenai RUU Over Dimensi Over Loud (ODOL) belum dikabulkan.

Farid Hidayat salah seorang sopor truk menyebut, dalam aturan itu truk yang saat ini dimiliki harus dipotong, karena over dimensi. Sehingga truk-truk yang saat ini beroperasi tidak bisa melakukan uji kir.

“Keluarnya truk long casis menjadi pesaing berat karena memiliki panjang lebih dari truk ini. Sehingga kita mengikuti dengan menambah panjang bak untuk mengimbanginya,”


“Karena kalau tidak ditambah, pabrik dan perusahaan tidak mau menggunakan kita. Akibatnya kita tidak bisa kerja. Tapi masalahnya, sekarang kita uji kir tidak bisa karena over dimensi. Sehingga harus dipotong,” katanya.

Kebijakan ini mulai berlangsung sulit sejak November 2021. “Di Banyuwangi menutup uji kir bagi kami sejak 1 November. Tapi kami sempat melakukan titip uji kir di Situbondo pada tanggal 11 November 2021 itu bisa. Tapi setelah itu tidak bisa lagi,” katanya.

Kondisi itulah yang menjadi keresahan para sopir. Karena mereka tidak bisa beraktivitas.

“Sudah lama tidak uji kir, kalau aktivitas jadi was-was. Kita tidak mau menyalahi aturan. Kami ini diakui atau tidak juga sebagai pahlawan logistik bagi warga lintas nusantara,” pungkasnya. (rin/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev