Peristiwa

Demi Keamanan, TNI/Polri Jaga Ketat Rumah Pengungsi Puting Beliung di Kota Batu

Suasana pengungsi di Rumah Dinas Wali Kota Batu.

Malang (beritajatim.com) – Jumlah warga yang mengungsi bencana angin puting beliung di Kota Batu, Jawa Timur terus bertambah. Kini total 1.270 warga dari tiga desa telah mengungsi ke posko demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

Ribuan pengungsi itu berasal dari, Desa Sumberbrantas, Desa Gunungsari dan Desa Sumbergondo semuanya berada di wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Mereka mengungsi karena tempat tinggal mereka porak poranda tersapu angin puting beliung.

Rincian jumlah pengungsi itu adalah, di Rumah Dinas Wali Kota berjumlah 122 pengungsi, Balai Desa Punten berjumlah 530 pengungsi, Posko BPBD berjumlah 379 pengungsi, Balai Desa Tulungrejo berjumlah 40 pengungsi, SDN Punten berjumlah 173 pengungsi, Balai Desa Sidomulyo berjumlah 7 pengungsi, dan Kantor Lurah Songgokerto berjumlah 19 pengungsi.

Kabagops Polres Batu Kompol Endro Sujiat mengatakan, untuk menjaga rumah yang ditinggalkan pemiliknya polisi dan TNI melakukan penjagaan di tiga desa itu. Namun, tidak semua rumah ditinggal oleh warga. Sebab, beberapa diantaranya dijaga oleh anggota keluarga.

“Kami melakukan penjagaan pada desa-desa yang ditinggal oleh warga. Tapi setiap anggota keluarga masih menyisakan satu orang laki-laki untuk berjaga di rumahnya,” tandas Endro.

Sementara itu, satu orang meninggal dunia akibat bencana angin kencang yang melanda Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Minggu, (20/10/2019). Korban meninggal dunia adalah Sodiq warga Gunungsari, Kota Batu. Dia meninggal dunia akibat tertimpa pohon.

Angin kencang sendiri terjadi sejak Sabtu malam, (19/10/2019) hingga Minggu. Seluruh wilayah Desa Sumberbrantas hampir seluruhnya lumpuh. Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar