Peristiwa

Debit Sungai Lamong Naik, Dua Desa di Mojokerto Tergenang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini

Mojokerto (beritajatim.com) – Curah hujan yang terjadi di penghujung tahun 2019 membuat debit Sungai Lamong di perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Lamongan. Akibatnya, sejumlah rumah di desa yang ada di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto tergenang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, ada dua desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang menjadi langganan banjir. “Daerah ini memang langganan banjir saat debit air Sungai Lamong naik,” ungkapnya.

Masih kata Zaini, dua desa tersebut yakni Desa Banyulegi dan Desa Pulorejo. Ketinggian air di Desa Banyulegi tepatnya di Dusun Balong sekitar 50 cm yang mengakibatkan 12 rumah warga tergenang. Sementara di Desa Pulorejo, air banjir menyenangi Dusun Kantongi yang mengakibatkan tujuh rumah tergenang.

“Di Dusun Klanting, ada tujuh rumah tergenang air 20 cm di dalam rumah. Sementara di jalan dengan kedalaman 30 cm. Dua desa ini selalu menjadi langganan banjir, namun saat debit air Sungai Lamong surut maka air di rumah warga juga surut. Trendnya, air hujan mulai turun namun lambat,” katanya, Rabu (1/1/2020).[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar