Peristiwa

Debit Air Bengawan Solo Meningkat, Tanggul di Kecamatan Kanor Terancam

DAS Bengawan Solo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua titik tanggul Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro kondisinya mengkhawatirkan. Titik rawan tersebut merupakan tanggul yang baru selesai dibangun antara satu hingga dua bulan lalu.

Sehingga tanah urug yang digunakan masih belum padat. Apalagi saat ini debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu mengalami kenaikan. Tanggul yang dibangun dengan menggunakan tanah tersebut dikhawatirkan terseret arus saat debit sungai tinggi.

“Karena tanahnya belum padat, dikhawatirkan terbawa arus dan longsor,” ujar Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Bojonegoro, Nurcholis.

Sementara Camat Kanor, Mahfud mengatakan, meski debit sungai naik, diperkirakan belum sampai meluber ke pemukiman warga. Namun, dia belum bisa memprediksi tanggul itu akan longsor kembali karena kondisinya yang baru selesai dibangun. “Justru yang dikhawatirkan itu saat air tinggi kemudian surut, biasanya tanah akan ikut longsor,” terangnya.

Dua titik tanggul yang baru selesai dibangun yakni, tanggul desa di Desa Pilang, Kecamatan Kanor dan Desa Kanor, Kecamatan Kanor. Dua tanggul tersebut jika jebol maka puluhan hektare lahan pertanian bisa terendam. “Sekarang petani sudah mulai tanam padi dan sudah berusia satu bulanan,” pungkasnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar