Peristiwa

Debit 2 Sungai Naik, Desa Pulorejo di Mojokerto Terendam

Banjir luapan Sungai Lamong di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas lebat di wilayah hulu Sungai Bengawan Solo dan hulu Kali Lamong menyebabkan meningkatnya debit air Kali Lamong. Akibat meningkatkan debit air Kali Lamong meluap ke jalan dan pemukiman Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, debit Kali Lamong meningkat secara signifikan sehingga pada titik aliran sungai yang melintasi Dusun Klanting, Desa Pulorejo meluap ke jalan desa dan pemukiman warga.

“Ada 5 rumah tergenang air luapan Kali Lamong dengan ketinggian kurang lebih 30 cm di dalam rumah dan kurang lebih kurang 20 cm di jalan desa. Sementara area persawahan yang terdampak seluas 20 hektar yakni tanaman padi dengan usia 60 hari dengan ketinggian genangan kurang lebih 10 cm sampai 20 cm,” katanya.

Zaini menambahkan, petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Mojokerto langsung melakukan kordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak desa dan masyarakat. Sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.

“Hasilnya, banjir di Desa Pulorejo merupakan banjir langganan khususnya di Dusun Balong dan sudah dapat diatasi dengan pembangunan tanggul oleh PUPR. Namun masih perlu pantauan lebih lanjut karena ada beberapa titik tanggul yg kurang kuat sehingga dimungkinkan bila debit air meningkat tajam rawan jebol,” ujarnya.

Khusus di Dusun Klanting, lanjut Zajni, sampai saat ini masih terdampak banjir karena secara anotomi sungainya dangkal penuh sendimen dan belum ada tanggul. Rumah warga yang terdampak terletak di bibir sungai dan pada tanah yang rendah sehingga dihimbau kepada warga terdampak agar mengungsi.

“Ada 3 rumah yang perlu dievakuasi ke tempat yang layak karena selama ini bila banjir terjadi, warga tidak bersedia dievakuasi. Mereka memilih tidur di depan teras rumah warga yang tidak terdampak. Hingga siang ini air belum surut, namun trend air banjir mulai surut,” jelasnya.

Sementara dampak tanggul jebol di Dusun Jogodayoh, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, jelas Zaini, BPBD Kabupaten Mojokerto sudah memberi bantuan berupa 500 glansing dan 25 gedek untuk penanganan darurat. Sedangkan penanganan permanen, pihaknya meminta agar OPD Teknis segera mengambil langkah.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar