Peristiwa

Datang dari Zona Merah, Ratusan Pemudik Digiring ke Gedung SD

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno mengungkapkan, saat ini terdapat 725 orang pemudik yang datang dari DKI Jakarta. Selanjutnya, ratusan orang tersebut dibawa ke gedung SD (sekolah dasar) guna menjalani masa karantina selama 14 hari.

“Mereka berstatus ODR (orang dengan risiko). Mereka datang dari kawasan terjangkit virus corona atau Covid-19. Kebanyakan dari DKI Jakarta. Ratusan ODR tersebut tersebar di 21 kecamatan yang ada di Jombang. Namun yang paling banyak dari Kecamatan Kabuh,” kata Budi sembari berharap semua pihak bisa mentaati anjuran pemerintah guna pencegahan Covid-19, Kamis (9/4/2020).

Sesuai dengan SOP (Standar Operasional), lanjut Budi, ratusan pemudik tersebut digiring ke gedung SD di masing-masing desa untuk menjalani isolasi atau karantina. Setiap hari, orang yang menjalani karantina itu akan dipantau oleh petugas kesehatan.

Nah, jika ada yang menunjukkan gejala kurang sehat, maka akan diantar ke fasilitas kesehatan dasar, yakni Puskesmas. “Kalau gejalanya tidak bisa ditangani Puskesmas, maka akan dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), yaitu di Jombang dan Ploso,” urainya.

Seperti diketahui, Kabupaten Jombang ditetapkan menjadi zona merah Covid-19. Hal itu menyusul adanya dua pasien yang terkonfirmasi positif corona. Dari jumlah itu, satu orang menjalani isolasi di RSUD Jombang dan satu lagi isolasi mandiri di rumah.

Sementara itu, jumlah ODP di Kabupaten Jombang secara komulatif saat ini sebanyak 431 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 54 orang jika dibanding pada hari sebelumnya. Karena pada Rabu (8/4/2020) terdapat 377 ODP.

Kemudian jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) tidak ada perubahan dibanding sehari sebelumnya, yakni enam orang. Data tersebut berdasarkan update yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang, Kamis (9/4/2020) pukul 14.00 WIB. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar