Peristiwa

DAS Tanggul Dangkal, 5 Desa di Jember Rawan Banjir

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Daerah Aliran Sungai Tanggul di Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami pendangkalan. Lima desa rawan terendam banjir.

“Perlu dilakukan pengerukan agar debit air yang ditampung bisa lebih banyak. Jika sungainya dangkal, maka sedikit saja hujan di hulu sungai akan mengakibatkan terjadinya luapan air,” kata Joko Mulyono, ahli kebencanaan Universitas Jember, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, Jumat (24/1/2020).

Lima desa yang terancam dampak luapan itu adalah Desa Kencong, Kraton, Paseban, Cakru di Kecamatan Kencong dan Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas. Joko menilai, kesadaran masyarakat perlu dibangun untuk menghadapi risiko terjadinya bencana banjir melalui program Desa Tangguh Bencana atau Destana.

DAS Tanggul selalu menjadi langganan bencana banjir akibat jebolnya tangkis sungai yang tidak mampu menahan debit air akibat tingginya curah hujan. Joko menjelaskan, di hulu Sungai Tanggul ada 22 anak sungai. “Sepuluh sungai dari arah barat dan 12 sungai kecil di wilayah timur,” katanya.

Jika terjadi hujan deras di hulu sungai, baik di wilayah barat dan timur, maka otomatis akan meningkatkan debit air Sungai Tanggul. “Jadi wajar jika tangkisnya sering jebol,” kata Joko.

Masyarakat di hilir sungai sering terdampak. “Oleh karena itu manakala terjadi hujan yang berpotensi adanya peningkatan debit air sungai, harus segera dikomunikasikan. Ini agar petugas dari Dinas Pengairan yang berjaga di setiap pintu air juga mengecek ketinggian air apakah berpotensi terjadinya luapan air atau banjir. Jadi peringatan dini dapat diberikan kepada masyarakat sekitar,” kata Joko. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar